MoU Penerbangan Batik Air, Pemkab Kaimana Deposit 1,5 M

MoU Penerbangan Batik Air, Pemkab Kaimana Deposit 1,5 M
Bupati Kaimana, Freddy Thie, dan Direktur Operasi PT Batik Air Indonesia, Captain Zwingly Silalahi, memegang miniatur pesawat Batik Air usai penandatangan MoU di Jakarta, 26 November 2021. Tampak pula (kiri ke kanan) Kepala Dinas Perhubungan Kaimana, Kajari Kaimana, Ketua Pengadilan Negeri Kaimana, dan Wakil Ketua II DPRD Kaimana.

Pemerintah Kabupaten Kaimana menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembukaan rute Makassar-Kaimana pp dengan PT Batik Air Indonesia.

MoU diteken Bupati Kaimana, Freddy Thie, dan Direktur Operasi PT Batik Air Indonesia, Captain Zwingly Silalahi, di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Penandatanganan disaksikan Sekkab Kaimana, Wakil Ketua II DPRD Kaimana, Kajari Kaimana, Ketua Pengadilan Negeri Kaimana, dan Kadis Perhubungan Kaimana.

MoU ini merupakan tindaklanjut pertemuan sebelumnya dengan Direktur Niaga PT Batik Air Indonesia, Ahmad Hasan.

Bila terealisasi maka Bandara Utarom, Kaimana, akan jadi hub konektivitas penerbangan Wings Air dari Nabire dan Fakfak.

Dalam MoU itu ada kemudahan yang diberikan, yaitu waktu kerjasama tiga bulan di tahap awal. Jika dalam kurun waktu itu dirasa menguntungkan, maka bisa diperpanjang. Sebaliknya, bila tidak, maka bisa diakhiri.

“Untuk tiga bulan itu Pemkab Kaimana menyediakan deposit 1,5 M. Ini hal yang baik. Kalau ada yang bilang sama saja bakar uang Rp500 juta setiap bulan, itu tidak benar. Deposit 1,5 M ini akan dievaluasi kembali oleh kedua belah pihak,” jelas Bupati Kaimana pada papuakini melalui telpon selulernya, Sabtu (27/11/2021).

Bupati Kaimana menegaskan, masuknya Batik Air ke Kaimana tidak hanya untuk membuka akses sektor pariwisata, tapi juga mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat.

“Orang datang ke Kaimana satu minggu dua kali. Mereka jalan-jalan. Pasti hotel hidup, lalapan hidup. Kitong punya mama-mama yang bajual kerajinan dan makanan ringan juga hidup,” beber Freddy Thie.

Masih butuh sejumlah tahapan sebelum rute ini terealisasi. Salah satunya adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemkab Kaimana dan PT Batik Air Indonesia.

Akan ada kajian yang dilakukan terlebih dahulu dari aspek manfaat ekonomi dan lainnya sebelum PKS diteken.

Baca Juga :
Bupati Kaimana Ingatkan Sampah Plastik Rusak Kehidupan Laut

“Kita juga akan minta bantuan dari Kejaksaan dan Kepolisian agar semua ini terbuka. Jangan dipikir ada permainan,” tutur Freddy Thie.

Sesudah melakukan kajian, Pemkab Kaimana akan menyurat ke DPRD Kaimana, Gubernur Papua Barat, dan Mendagri berkaitan dengan rencana kerjasama tersebut.

Bupati Kaimana mengharapkan dukungan DPRD dan seluruh masyarakat Kaimana agar kerjasama ini dapat berjalan.(yos)