Yusak Wabiya Pimpin Instansi Lebih Besar

Yusak Wabiya Pimpin Instansi Lebih Besar
Pejabat Fungsional Pamong Budaya Ahli Utama Provinsi Papua Barat, Yusak Wabiya SSos MSi,

Yusak Wabiya SSos MSi dipercaya pemerintah pusat untuk memimpin instansi yang punya cakupan lebih luas dari Dinas Pariwisata Papua Barat.

Dia dipercaya dalam jabatan fungsional sebagai Pamong Budaya Ahli Utama Pemprov Papua Barat yang memimpin Balai Cagar Budaya.

“Balai ini cakupannya lebih luas karena pariwisata termasuk di dalamnya,” ujar Yusak Wabiya pada papuakini, 11 Mei 2022 malam.

Penunjukkannya sebagai pejabat fungsional itu sesuai petikan Keppres No 16/M Tahun 2022 yang diteken Presiden RI pada 26 April 2022.

Keikutsertaannya dalam test jadi pejabat fungsional Balai Cagar Budaya itu persetujuan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan Sekda Papua Barat, Nataniel D Mandacan.

“Saya lulus test. Jadi, dengan dilantik (sebagai Kepala Balai Cagar Budaya) begini saya masih menambah 5 tahun lagi tugas saya,” ungkap Yusak Wabiya.

Terkait jabatannya sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat, birokrat senior Papua Barat ini merangkap pemimpin instansi itu karena belum ada pergantian.

“Saya pensiun pada 17 Mei 2022, sesuai usia, tapi tanggal jatuh tempo pensiun 1 Juni 2022. Tapi dengan jadinya saya sebagai Pamong Budaya Ahli Utama, maka saya diperpanjang 5 tahun,” ungkap Yusak Wabiya.

Soal apakah akan ada penggantian atau tidak sebagai Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat semuanya tergantung pada Gubernur Papua Barat.

Terkait Balai Cagar Budaya itu, Yusak Wabiya akan melakukan berbagai program seperti Cagar Budaya Wisata Budaya Religi Mansinam di Kabupaten Manokwari dan Aitumeri di Kabupaten Teluk Wondama, dan berbagai lokasi lain seperti di Kabupaten Kaimana.

Yusak Wabiya lalu menyatakan tugas pertamanya adalah membantu gubernur, dan tugas keduanya adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam hal cagar budaya.

Baca Juga :
Dunia Usaha Ikut Pelatihan Penanggulangan Bencana, BPBD Papua Barat Apresiasi

“Jadi kalau pemerintah pusat, terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Bappenas butuh data potensi maupun objek pariwisata dan budaya di Papua Barat, datanya dari saya, Mereka tak perlu jauh-jauh datang ke Papua Barat,” beber Yusak Wabiya.(dixie)