Salut, Kepala Brida Papua Barat Jadi Nama Spesies Tumbuhan Baru

Salut, Kepala Brida Papua Barat Jadi Nama Spesies Tanaman Baru
Kepala BRIDA Papua Barat, Prof Dr Charlie D Heatubun. (Inzet: Sketsa Licuala heatubunii yang dimuat dalam tulisan Dr Anders S Barfod dari Department of Biology, Aarhus University, Denmark, dan Dr William J Barker dari Royal Botanic Gardens Kew, Richmond, Surrey, Inggris, dalam jurnal Palms edisi Juni 2022.

Licuala heatubunii Barford & W.J. Baker. Itulah nama spesies baru tanaman palem kipas yang menyandang nama Kepala BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Papua Barat, Prof Dr Charlie D Heatubun.

Penamaan dan pengumuman spesies baru tanaman palem kipas marga Licuala ini, yang dalam bahasa Sentani disebut Jaiboh, diterbitkan dalam jurnal Palms volume 66 edisi Juni 2022 halaman 69-71, yang ditulis Dr Anders S Barfod dari Department of Biology, Aarhus University, Denmark, dan Dr William J Barker dari Royal Botanic Gardens Kew, Richmond, Surrey, Inggris.

Keterangan tertulis dari Brida Papua Barat (dulu Balitbangda) menyebutkan, selain satu spesis baru itu, nama Kepala Brida Papua Barat juga disebutkan dalam nama otoritas ilmiah tujuh spesies baru lainnya.

Tujuh spesies baru itu diumumkan dalam jurnal ilmiah Phytotaxa volume 555 halaman 1-16 tertanggal 19 Juli 2022 oleh Dr Ander Barfod dari Department of Biology, Aarhus University, Denmark, dan Kepala Brida Papua Barat dan Fakultas Kehutanan Unipa.

Kebanyakan spesies baru palem kipas tersebut ditemukan di Papua Nugini, khususnya di daerah Milne Bay, Sungai Sepik, Pegunungan Bewani, Sungai Brown, dan Pulau Manus. Sementara di Tanah Papua ditemukan di daerah Wondama, Provinsi Papua Barat, dan di Kamung Ayapo, Sentani, Jayapura, Provinsi Papua.

Prof Charlie D Heatubun, selain Kepala BRIDA Papua Barat dan staf pengajar senior di Fakultas Kehutanan Unipa, juga merupakan staf peneliti kehormatan di Royal Botanical Gardens Kew, London, Inggris.

Pengumuman spesies-spesies baru Licuala ini menambah catatan kinerja profesionalnya sebagai taksonomiwan tumbuhan, yang sejak tahun 2000 telah mendeskripsikan tiga marga baru (Manjekia, Jailoloa, dan Wallaceodoxa) dan 45 spesies baru, serta berkontribusi untuk Dransfieldia dan 10 spesies baru tumbuhan lainnya.(*/dixie)