Wakapolda Papua Barat, Brigadir Jendral (Brigjen) Dr Sulastiani SIK MSi melaporkan kondisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) daerah terpencil di wilayah Papua Barat ke Presiden Prabowo Subianto.

Laporan itu disampaikan Wakapolda perempuan ini dari Kampung Wamesa di Kabupaten Kaimana via zoom, dalam acara peresmian dan groundbreaking SPPG Polri serta peresmian Gedung Ketahanan Pangan Polri, Jumat, 13 Februari 2026.

Polda Papua Barat punya 8 SPPG dengan komposisi 2 SPPG aglomerasi di wilayah Manokwari dan Fakfak, serta 6 SPPG daerah terpencil yakni 5 di wilayah Polres Kaimana dan 1 di wilayah Polres Fakfak.

Wakapolda menjelaskan, total penerima manfaat dalam SPPG ini sebanyak 4871 dengan serapan tenaga kerja sebanyak 181 orang.

“Khusus SPPG 3T, semuanya sedang dalam persiapan operasional Bapa Presiden, seperti yang di Kampung Wamesa,” jelas Wakapolda.

Pembangunan SPPG di Wamesa melibatkan partisipasi masyarakat dengan upaya ekstra karena dihadapkan pada faktor geografis yang terletak sangat jauh dari pusat kabupaten.

“Kami harus menempuh dengan transportasi darat dan laut yang rata-rata membutuhkan waktu 40 sampai 60 menit, dengan faktor iklim dan cuaca yang ekstrim sampai dengan gelombang laut yang tinggi, sehingga pemenuhan material dan bahan membutuhkan waktu yang lebih lama,” ungkap Wakapolda Papua Barat.

Khusus di Kampung Wamesa, terdapat 132 calon penerima yang terdiri dari TK 16 orang, SD 90 orang, ibu hamil 5 orang, ibu menyusui 6 orang, dan balita 15 orang. Semuanya Orang Asli Papua.

Menanggapi laporan ini, Presiden Prabowo Subianto mengaku sangat gembira dan bangga karena kepolisian telah bekerja dengan sangat baik di tempat-tempat yang susah.

“Sekarang saya mau bertanya ini sudah mulai belum? MBG sudah mulai dibagikan belum?” tanya Presiden.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

“Belum mulai Bapa untuk di Kampung Wamesa ini karena kami menunggu verifikasi dari BGN (Badan Gizi Nasional),” jawab Wakapolda Papua Barat.

Presiden lalu memerintahkan BGN untruk segera memverifikasinya. “Baik oke. BGN, segera ya diverifikasi,” tegas Presiden. (yos)