Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, berharap participating interest (PI) 10 persen dari BP dapat cair di triwulan pertama 2026. Gubernur Papua Barat pun meminta dukungan Duta Besar Inggris agar hal tersebut dapat terealisasi.
Permintaan dukungan disampaikan Gubernur Papua Barat dalam pertemuan dengan Duta Besar Inggris, Dominic Jermey, di kediaman Duta Besar Inggris di kawasan Kuningan, Jakarta, 03 Februari 2026.
Gubernur Papua Barat menyatakan Pemerintah Provinsi Papua Barat terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pembentukan BUMD, dan kerja sama penjualan gas dengan bp Tangguh. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi khususnya masyarakat Papua Barat dan Tanah Papua pada umumnya.
“Kita harapkan lebih banyak berdayakan masyarakat lokal. Memang sudah berjalan dan harus ditingkatkan lagi. Semacam pelatihan dan kursus supaya lebih trampil mengoperasikan peralatan dan semua aktivitas sekaligus dapat mengurangi tenaga kerja dari luar,” ujar Gubernur Papua Barat.
Sementara itu, Dubes Inggris sangat senang hubungan Papua Barat dengan BP sangat positif.
Menutup pertemuan, Dubes Inggris menyampaikan tawaran program beasiswa ke Inggris bagi mahasiswa Papua. “Pertama kali ada orang asli Papua yang mau belajar di Inggris melalui aplikasi mahasiswa Papua untuk program beasiswa. Diharapkan kami akan melihat mahasiswa di Papua Barat untuk ke universitas-universitas di Inggris. Belum tahu tetapi tahun ini pertama kali ada aplikasi dari Papua,” tutur Dominic Jermey.
Gubernur Papua Barat menyambut positif tawaran tersebut dan berharap dapat menyiapkan generasi muda Papua Barat agar mampu memanfaatkan peluang pendidikan internasional dan kembali mengabdi di daerah.
“Nanti kita adakan pertemuan lebih lanjut dan bisa kita siapkan anak-anak mahasiswa melalui aplikasi untuk dapat memenuhi syarat kuliah di Inggris. Kita perlu tahu kuota yang diberikan dan persyaratannya, terutama di sekitar daerah penghasil. Ini penting ketika mereka punya anak sekolah di sana pulang mengabdi sangat bangga, kalau gunakan biaya sendiri ke Inggris sangat mahal dan lewat program ini terimakasih dan kita punya tanggungjawab di daerah,” ungkap Gubernur Papua Barat. (*)
Click here to preview your posts with PRO themes ››

