Lumpur dan Daun ‘Huni’ Pos Penyuluh Pertanian Roon

Ruangan Pos Penyuluh Pertanian Distrik Roon, Teluk Wondama, dihuni air, lumpur, pasir, dan daun.
Pos Penyuluh Pertanian di Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, praktis mubazir. Dibangun medio 2016 lalu, pos tersebut sudah lama tak digunakan karena tak laik lokasi.
Ini terjadi karena pos itu dibangun di samping bukit. Saat hujan turun, lumpur dan pasir dari bukti masuk ke dalam pos tersebut.
Sekertaris Kampung Indai Nikolas Manupapa, yang ditemui papuakini.co, di Distrik Roon mengakui tidak menggunakan pos tersebut.
Mussa Kondorura
“Pos pertanian ini dibangun pas depan bukit. Saat buka pintu dapur, langsung pintu sandar di depan bukit. Tidak ada halaman. Jadi pas hujan turun, air dan tanah masuk ke dalam seluruh ruangan,” ujar Manupapami., Jumat (31/3).
Hal ini juga dibenarkan mantan Kepala Balai Penyuluh Pertanian Mussa Kondorura S.P. Saat dikonfirmasi di wilayah perkantoran Pemda Wondama membenarkan hal tersebut.
“Kami petugas tidak gunakan pos itu sebab tidak layak. Kami selama ini lakukan penyuluhan di balai kampung atau kediaman kelompok tani saja. Bangunan itu memang tidak laik digunakan,” tegasnya.(asa).
Baca Juga :
Forkopimda Wondama Ziarah Laut