Bupati Mandacan: Saya Tak Peduli Kalau Semen Maruni Dipalang

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan (kaos coklat strip putih) berbincang dengan manajemen Semen Maruni, sekaligus meninjau pabrik itu, Jumat (7/4).

Jika Harga Semen Tak Turun Dari 57.500 per Sak

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan memberi ultimatum ke manajemen PT PT SDIC Papua Cement Indonesia (SPCI), yang lebih dikenal warga dengan nama Pabrik Semen Maruni.

Bupati menyatakan dia tidak peduli kalau pabrik semen itu dipalang warga, jika harga jual semen dari pabrik tidak turun dari Rp.57.000 per sak.

Menanggapi ini, manajemen Conch, Yuan Yingjie, melalui penerjemahnya, mengatakan akan memberi jawaban soal itu ke Pemkab Manokwari.

Semen Conch sejauh ini akan berupaya menurunkan harga dari Rp72.500 per sak, ke Rp62.500 dan akhirnya Rp57.500.

Yuan Yingjie, salah satu manager Semen Maruni.

“Kalau harganya murah, pasti semen-semen lain tidak akan berani masuk ke Papua,dan Papua Barat karena semua akan memilih menggunakan semen produksi Manokwari,” tegasnya.

Selain itu, dalam kunjungan ini bupati juga melihat perijinan perusahaan itu, termasuk ijin tenaga kerja khusunya lokal dan asing.

Bupati juga meninjau proses pengolahan dan pembuatan semen, pembakaran bahan mentah semen, dan lini produksi pabrik yang bisa memproduksi 3200 tonper hari itu.

Sementara itu, terkait jumlah naker, Yuan mengatakan ada 252 tenaga kerja lokasl dan 137 tenaga kerja asing.(pk1)

 

Baca Juga :
Gubernur Ingatkan Jangan Jadikan Covid-19 Alasan Tak Jalankan Tugas Rutin