Gubernur Dominggus Mandacan Dilantik Jadi Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Papua Barat

Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Papua Barat oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault, di Graha Cut Nyak Dien, Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur.

Selain dihadiri oleh perwakilan pengurus dan anggota Pramuka, pelantikan ini juga dihadiri oleh perwakilan pengurus Kwarda dan Kwarcab di seluruh Indonesia.

Gubernur Dominggus Mandacan saat ditemui PapuaKini.Co di Bumi Perkemahan Cibubur, Senin (14/8) mengungkapkan, setelah resmi menjabat sebagai Ketua Mabida, dia akan melakukan evaluasi kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah dilaksanakan Kwarda Papua Barat. Evaluasi tersebut penting untuk merumuskan program kerja Kwarda Papua Barat.

Selain melakukan evaluasi, Gubernur berjanji untuk membesarkan Pramuka di Papua Barat.

“Kita akan besarkan Pramuka di Papua Barat, agar Pramuka di Papua Barat tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, kami akan bantu juga dengan anggaran sesuai dengan kemampuan daerah,” terang Mantan Bupati Manokwari ini.

Raimuna yang dibuka Presiden Joko Widodo itu diikuti oleh 15.000 Pramuka usia 16-25 tahun dari 34 provinsi dan 514 kota dan kabupaten dari seluruh Indonesia dan beberapa perwakilan dari negara sahabat.

Juga hadir mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, sejumlah menteri di antaranya Menpora Nahrawi Ramli dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya meminta Pramuka untuk merangkul modernisasi.

“Anggota Pramuka sekarang berasal dari generasi millennial, dari generasi Y. Mereka adalah generasi yang adaptif dan kreatif, sehingga Pramuka harus melakukan terobosan untuk mereka. Jangan monoton,” ujar Jokowi yang juga Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka tersebut.

Menurut Presiden, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memodernkan pendidikan untuk anggota Pramuka. Misalnya, ajarkan anggota Pramuka berdisiplin menggunakan media sosial agar media tersebut digunakan secara objektif dan seusai etika.(WaWi)