Belum Dilantik, Sejumlah Pengurus KONI PB Mendadak Diganti

Ketua Umum KONI, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, S.Ip, saat melantik pengurus KONI PB 2017-2021 di Gedung PKK, Arfai, Manokwari, Jumat (27/10).

Belum juga dilakukan upacara pengukuhan dan pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat masa bhakti 2017-2021, mendadak beberapa nama pengurus KONI yang sedianya akan dilantik pada pukul 16.30 WIT Jumat (27/10) tadi tiba-tiba diganti.

Ini mencuat setelah upacara pengukuhan yang akan berlangsung pukul 16.30 WIT tadi ditunda, lantaran sejumlah orang protes di dalam tempat pelantikan di ruang gedung PKK Papua Barat. Mereka tidak menghendaki pelantikan dilakukan lantaran sebagian besar pengurus baru adalah orang lama di KONI Papua Barat.

Sekira 10 orang perwakilan pengunjuk rasa kemudian bertemu Ketua Umum KONI Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan Ketua Umum KONI, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, S.Ip untuk membicarakan hal tersebut.

Hasilnya, pelantikan tetap dilakukan, namun akan ada beberapa perubahan komposisi pengurus, yang kemudian disepakati oleh Gubernur.

Ketua Umum KONI Papua Barat, Dominggus Mandacan yang dikonfirmasi papuakini.co usai pelantikan mengatakan, hal biasa ketika memang ada pengurus yang harus diganti.

“Kalau ada satu dua orang yang harus diperbaiki, kan kita perbaiki toh. Kan begitu,” ujarnya.

Ditanya soal alasan pergantian, kata Dominggus sebenarnya bukan karena ada masalah, namun karena saling menghargai satu sama lain.

“Ketua Harian kan ada Daud Indou. Kalau sekretarisnya kan Eduard Dowansiba,” ucap Dominggus saat ditanya siapa ketua harian dan Sekretaris KONI Papua Barat.

“Kalau Bendahara tidak diganti. Pengurus yang lain tetap. Nanti kan ada penambahan-penambahan lagi,” kata Dominggus lagi.

Sementara itu, Ketum KONI Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, S.Ip, enggan berkomentar saat dikonfirmasi papuakini.co. Dia lebih memilih naik mobil dan langsung meninggalkan lokasi pelantikan.(njo)

Baca Juga :
Pertemuan Dengan Masyarakat Pelebaran Jalan Manokwari Tertunda