Partai Amanat Nasional (PAN) menargetkan naik  ke peringkat tiga perolehan suara dalam Pemilu 2019 mendatang, dari urutan kelima dalam Pemilu sebelumnya.

“Kita harus kerja, kerja, kerja. Ikhtiar, ikhtiar, ikhtiar. Untuk menaikkan posisi PAN yang selama ini di urutan ke lima. Kita target mendapatkan urutan ketiga secara nasional,” kata Ketua DPW PAN Papua Barat, Rachmat Cahyadi Sinamur, S.Sos, MM.

Target nasional dari Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, ini diungkapkan Sinamur dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II PAN PB di Mansinam Beach, Manokwari, Sabtu (10/3).

Rakerwil yang akan berlangsung sampai 11 Maret 2018 itu mengundang  Wakil Sekjen DPP PAN dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes, yang juga Calon Legislatif DPR RI PAN dari daerah pemilihan Papua Barat.

Sinamur kemudian menjelaskan Rakerwil dengan tema Menjahit Kembali Merah Putih itu bersifat internal, tidak mengundang DPP.

“Inti Rakerwil ini adalah menyikapi kesiapan PAN untuk menghadapi Pemilu legislatif dan presiden di waktu yang bersamaan,” tuturnya.

Rakerwil juga akan membahas proses pencalegan dini di tingkat kabupaten/kota, yang berhubungan saksi dan kontribusi caleg.

Selain itu, akan diminta pandangan umum dari setiap DPD mengenai kesiapan dan target yang dicanangkan di Pemilu 2019 nanti.

“Target kami juga adalah menambah perolehan kursi di tingkat kabupaten/kota. Pekerjaan rumah selama ini adalah bagaimana menghasilkan DPR RI, mengingat selama era reformasi PAN belum mendapatkan itu,” ungkapnya.

Dengan kondisi PAN yang hanya jatuh pada urutan ke empat setiap Pemilu dalam hal perolehan kursi legislatif, dia berharap bisa memberikan motivasi kepada ketua-ketua DPD sekaligus mengharapkan membuka diri menerima caleg dari luar.

“Soal itu, maka kita harus sepakat untuk DPR RI satu kursi. Selama matahari selalu menyinari, matahari tak pernah ingkar janji, harapan itu selalu ada,” pungkasnya.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Sebelumnya, kepada papuakini.co, Wasekjen DPP PAN (Rosaline Irene Rumaseuw, red) menilai Rakerwil yang diadakan adalah baik dan penting.

“Rakerwil ini baik karena semua caleg diundang, semua caleg bisa saling kenal,” ujar wanita cantik kelahiran Biak, 23 Januari 1974 itu.

Kata dia, mengingat sistem saat ini agak berbeda dengan periode sebelumnya, maka Rakerwil penting diadakan untuk mengetahui sebagai caleg persiapannya seperti apa, sebagai partai bagaimana perannya.

Soal menjadi caleg DPR RI, dia mengatakan itu merupakan sebuah harapan dan harus diwujudkan.

“Harus jadi, soal caleg dan politik, ada tiga prinsip yang harus dipelajari, peluru, senjata dan cara menembak. Strategi harus ada dan harus diterapkan,” tandasnya.(jjm)