Kapolda PB Terus Perangi Hoax

Kapolda PB Terus Perangi Hoax

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf A Rodja beserta jajarannya terus memerangi hoax dengan cara menyadarkan masyarakat melalui pesan media, sosialisasi maupun tulisan tulisan yang dikirim langsung melalui grup media sosial.

“Hoax masih menjadi perbincangan hangat. Bukan hanya Polri, maupun masyarakat, tapi pucuk pimpinan di negeri ini juga mendorong masyarakat melakukan perlawanan terhadap hoax. Ini harus benar benar kita lakukan karena dibalik kesuksesan penyebar hoax ada kelumpuhan bangsa,” ujar Rodja melalui Bidang Humas Polda Papua Barat, Rabu (25/4).

Kapolda mengatakan Presiden Joko Widodo menyerukan agar media massa bersatu padu melawan penyebaran hoax. Seruan itu kini dipikul media dengan mengukuhkan diri mengemban misi jurnalisme berkualitas dan berintegritas, dengan menghindari penulisan berita yang jauh dari fakta.

Menurutnya, media massa harus selektif mengambil berita dari media sosial seperti Twitter dan Instagram. Sebab, pengambilan berita dari media sosial sering kali mudah disalahpahami pembaca. Kesalahan pembacaan itulah yang melahirkan hoax.

“Media massa harus terus berkomitmen agar masyarakat kritis terhadap berita yang tersaji,” ingat Kapolda.

Meski demikian, terkadang perjuangan media massa mengalami kendala. Gempuran media sosial yang lebih cepat dari pada berita mendorong masyarakat mendapatkan informasi instan. Namun masyarakat terkadang kalap dan tidak jernih membaca informasi, yang kemudian memunculkan jejaring hoax yang menyesatkan.

Disebutkan Rodja, sebagian besar hoax mengarah pada pelumpuhan nalar sehat seseorang. Pasalnya, penyebar hoax adalah kelompok orang-orang terlatih dan mahir menggunakan media.

“Mereka berkumpul dan berjejaring melemparkan berita bohong guna kepentingan pribadi dan golongan. Saat mereka berbaris rapi dan terus memproduksi hoax, tanpa diimbangi dengan kewaspadaan masyarakat denga berita hoax, maka di situlah kebangsaan kita akan lumpuh,” tandasnya.(njo)