Siapa Bisa Tumbangkan Rekor 13 Gol Just Fontaine di Piala Dunia?

Siapa yang akan jadi top scorer alias pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2018 di Rusia? Kita semua bisa mengira-ngira tapi waktu yang akan membuktikan. Siapa tahu ada yang bisa melampui rekor Just Fontaine yang mencetak 13 gol.

Berikut ini daftar top scorer 20 Piala Dunia sebelumnya.

2014 Brazil
James Rodriguez (Kolombia) 6 Gol

Rodriguez mencetak satu gol ke gawang Yunani, Pantai Gading, Jepang, dan Brazil, serta dua gol melawan Uruguay. Satu golnya ke gawang Uruguay spektakuler.

Juara Piala Dunia 2014 adalah Jerman yang mengalahkan Argentina 1-0 di perpanjangan waktu.

2010 Afrika Selatan
Diego Forlan (Uruguay), Thomas Muller (Jerman), Wesley Sneijder (Belanda), David Villa (Spanyol) 5 Gol

Tim empat pemain ini semuanya lolos ke semi final sampai akhirnya Spanyol jadi Juara Dunia 2010 mengalahkan Belanda 1-0 di perpanjangan waktu.

2006 Jerman
Miroslav Klose (Jerman) 5 Gol

Klose mencetak masing-masing dua gol ke gawang Kosta Rika dan Ekuador, dan satu melawan Argentina. Tapi Jerman hanya jadi juara tiga di Piala Dunia ini. Juaranya adalah Italia yang mengalahkan Perancis dalam adu penalti 5-3 setelah imbang 1-1.

Laga final ini menyajikan drama tandukan Zinedine Zidane ke dada yang membuat mantan pelatih Real Madrid itu diganjar kartu merah.

2002 Jepang-Korsel
Ronaldo (Brazil) 8 Gol

Ronaldo mencetak gol ke gawang Turki (2), Brazil, Kosta Rika (2), Belgia, dan Jerman (2) di final. Brazil jadi juara 2002 mengalahkan Jerman 2-0.

1998 Perancis
Davor Suker (Kroasia) 6 Gol

Ujung tombak Kroasia ini mencetak gol ke gawang Jamaika, Jepang, Rumania, Jerman, Perancis, dan Belanda. Juara 1998 adalah Perancis yang menekuk Brazil 3-0.

1994 AS
Oleg Salenko (Rusia), Hristo Stoichkov (Bulgaria) 6 Gol

Salenko yang berdarah Ukraina mencetak lima gol dalam satu pertandingan kala Rusia melumat Kamerun 6-1 dan 1 gol melawan Swedia.

Stoichkov mencetak dua gol ke gawang Yunani dan masing-masing gol melawan Argentina, Meksiko, Jerman, dan Itali.

Juaranya Brazil melalui adu penalti 3-2 melawan Itali setelah imbang 0-0.

1990 Itali
Salvator Schillachi (Itali) 6 Gol

Schillachi tidak dikenal karena sebelumnya hanya sekali main untuk Itali. Namanya melejit saat jadi pemain pengganti melawan Austria dan mencetak gol. Dia juga mencetak gol ke gawang (kala itu) Cekoslovakia, Uruguay, Irlandia, Argentina, dan Inggris.
Juara 1990 adalah Jerman yang mengalahkan Argentina 1-0.

1986 Meksiko
Gary Lineker (Inggris) – 6 Gol

Lineker hatttrick ke gawang Polandia, dua gol ke Paraguay, dan satu ke Argentina.
Piala Dunia ini paling diingat dengan insiden ‘Tangan Tuhan’ Diego Maradona yang membuat Inggris tersingkir.
Argentina akhirnya jadi juara setelah mengalahkan (kala itu) Jerman Barat 3-2.

1982 Spanyol
Paolo Rossi (Itali) – 6 Gol

Rosssi mencetak hattrick ke gawang Brazil, dua gol melawan Polandia, dan satu di final melawan (kala itu) Jerman Barat. Itali juara dengan menekuk Jerman Barat 3-1.
Piala Dunia ini paling diingat dengan ngetopnya kata Espana (Spanyol) di mulut kids jaman old Indonesia kala itu.

1978 Argentina
Mario Kempes (Argentina) – 6 Gol

Kempes mencetak masing-masing dua gol ke gawang Polandia, Peru dan di final melawan Belanda. Tuan rumah juara dengan sekor 3-1 di perpanjangan waktu.

1974 Jerman Barat
Grzegorz Lato (Polandia) – 7 Gol

Polandia jadi juara tiga berkat gol-gol Lato. Dua gol masing-masing ke Argentina dan Haiti, serta Swedia, (kala itu) Yugoslavia dan Brazil. Juaranya adalah Jerman Barat yang mengalahkan Belanda 2-1.

1970 Meksiko
Gerd Muller (Jerman Barat) – 10 Gol

Muller mencetak satu gol ke gawang Maroko, lalu mencetak dua hattrick berturut-turut saat melawan Bulgaria dan Peru. Dia juga mencetak satu gol melawan Inggris, lalu dua gol lawan Itali. Juara tahun itu adalah Brazil yang menumbangkan Itali 4-1.

1966 Inggris
Eusebio (Portugal) – 9 Gol

Legenda Portugal kelahiran Mozambik ini mencetak dua gol di babak group yang membuat Brazil tersingkir. Dia lalu mencetak empat gol melawan Korea Utara, satu Inggris dan satu (kala itu) Uni Soviet.

Tuan rumah Inggris jadi juara tahun itu mengalahkan Jerman Barat 4-2 di perpanjangan waktu.

1962 Chili

Florian Albert (Hungaria), Garrincha (Brazil), Valentin Ivanov (Uni Soviet), Drazan Jerkovic 

Brazil juara kalahkan Cekoslovakia 3-1.

1958 Swedia
Just Fontaine (Perancis) – 13 Gol

Rekornya belum tumbang sampai saat ini. Di tahun itu dia mencetak empat gol ke gawang Jerman Barat, hattrick melawan Paraguay, dua ke Yugoslavia, dua ke Irlandia Utara, satu Skotlandia, dan satu Brazil. Just Fontaine yang kelahiran Marakech, Maroko itu hanya satu kali merumput di Piala Dunia.

Piala Dunia 1958 menjadi awal legenda hidup Edson Arantes do Nascimento alias Pele. Dia bersama Brazil tiga kali jadi juara dunia, yaitu 1958, 1962, dan 1970, yang membuat Piala Jules Rimet jadi milik abadi Brazil.

1954 Swiss
Sandor Kocsis (Hungaria) – 11 Gol

Chocks, sapaannya, berperan besar dalam mbuat Hungaria jadi runner up Piala Dunia 1954. Dia mencetak hattrick ke gawang Korea Selatan, quadtrik melawan Jerman Barat, dua gol melawan Brazil, dan dua gol melawan Uruguay. Tapi, saat kembali berjumpa Jerman Barat di final, dia tak mencetak gol. Jerman Barat jadi juara mengalahkan Hungaria 3-2.

1950 Brazil
Ademir (Brazil) – 8 Gol

Ademir mencetak dua gol ke gawang Meksiko, dua ke gawang Spanyol, satu melawan Yugoslavia, dan hattrick ke gawang Swedia. Brazil gagal jadi juara setelah dikalahkan Uruguay 2-1 di final.

1938 Perancis
Leonidas (Brazil) – 7 Gol

Leonidas mencetak hattrick melawan Polandia, dua melawan Cekoslovakia, dan dua ke gawang Swedia. Juara dunia tahun itu adalah Itali yang mengalahkan Hungaria 4-2.

1934 Itali
Oldrich Nejedly (Cekoslovakia) – 5 Gol

Nejedly membobol gawang Rumania dan Swiss masing-masing satu kali, hattrick melawan Jerman. Dia tidak mencetak gol di final yang dimenangi Itali dengan skor 2-1.

1930 Uruguay
Guillermo Stabile (Argentina) – 8 Gol

Di Piala Dunia pertama ini Guillermo Stabile mencetak hattrick ke gawang Meksiko, dua ke gawang Chili, dua juga melawan Amerika Serikat, dan satu ke gawang tuan rumah Uruguay di final. Argentina kalah lawan Uruguay 2-4.(berbagai sumber/dixie)