Operasi Ketupat, Polda Papua Barat Antisipasi Teroris dan Jalur Mudik

Operasi Ketupat, Polda Papua Barat Antisipasi Teroris dan Jalur Mudik

Selama Operasi Ketupat Polda Papua Barat akan mengantisipasi soal terorisme, radikalisme, intoleransi dan jalur mudik laut dan udara.

“Kapolri sampaikan empat kerawanan, yakni harga pangan, ketersediaan pangan, kemacetan, dan terorisme. Untuk Papua Barat, kita waspadai terorisme, radikalisme, intoleransi dan juga jalur mudik laut udara,” kata Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja, saat dikonfirmaai usai gelar pasukan Operasi Ketupat 2018, Rabu (6/6).

570 personil Polda didukung TNI disiapkan dalam Operasi Ketupat 2018 yang akan berlangsung selama 17 hari pada 7-24 Juni 2018.

“Untuk TNI sifatnya standby. Saat dibutuhkan, TNI akan siap back up,” ujar Kapolda.

Untuk wilayah Papua Barat tidak banyak orang yang mudik dari luar daerah ke dalam, justru sebaliknya.

“Kemarin kita sudah Rakor lintas sektoral. Dishub juga siap melayani masyarakat yang mudik. Di Papua Barat ini banyak orang mudik ke luar, bukan masuk. Makanya jadi perhatian di dua jalur ini,” tandas Kapolda.(njo)