Jangan Lagi Ada Serangan Fajar di Pegaf

Jangan Lagi Ada Serangan Fajar di Pegaf

Jemaat gereja dan Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, diharapkan tidak lagi melakukan serangan fajar.

Ini dikatakan Gubernur Papua Barat usai meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Jemaat Sentral Oikumene, di Kampung Mulyo Ulong Distrik Hink, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Rabu (5/9).

Pembangunan gedung GPKAI Jemaat Sentral Oikumene ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan disusul Bupati Pegaf, Yosias Saroy serta Ketua Majelis Umum Jemaat GPKAI SentralOikumene Pegaf, Daniel Sukan.

Serangan fajar yang dimasudkan Gubernur adalah warga yang berada di Pegaf turun ke Manokwari, ibukota Papua Barat, pada hari Jumat.

Jangan Lagi Ada Serangan Fajar di Pegaf

“Kalau ada kegiatan baru buat serangan fajar. Nanti lari dari pukul 03.00 atau 06.00 WIT Senin pagi. Tiba langsung ucapara dan kegiatan. Kemudian, setelah kegiatan balik lagi ke Manokwari,” tutur Gubernur.

“Itu perjuangan kami waktu memekarkan Pegaf. Tapi mudah-mudahan sekarang tidak. Kita harap dengan adanya gedung ini tidak ada lagi yang buat serangan fajar lagi,” tambah Gubernur.

Gubernur berharap pembangunan gereja ini bisa selesai agar ASN yang bertugas di Pegaf, baik dari Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, gereja pertobatan, GPKAI dan denominasi gereja lainnya bisa beribadah di gereja itu.

“Saya harap kalau sudah selesai pembangunan dijadwalkan baik sehingga semua bisa beribadah di sini. Supaya tidak ada alasan lagi untuk turun ke Manokwari,” harap Gubernur.

Sementara itu, Bupati Pegaf Yosias Saroy yang turut meletakkan batu pertama bersama Ketua Majelis Umum Jemaat GPKAI Sentral Oikumene Pegaf, Daniel Sukan, berterima kasih pada masyarakat pemilik hak ulayat yang memberikan tanah seluas dua hektar untuk pembangunan gereja GPKAI.

Baca Juga :
Bupati Pegaf: Masuk Gereja Supaya Tak Takut Suanggi

“Kami dari pemerintah Pegaf menyumbangkan anggaran satu miliar. Kami berharap Gubernur dan Kepada Biro Bina Mental dan Spiritual Papua Barat, serta pihak lainnya dapat mendukung pembangunan gedung ini,” tutur Bupati.(ar/dixie)