Kerawanan Keamanan Maybrat Menurun

Kerawanan Keamanan Maybrat Menurun

Kapolda Papua Barat Brigjen Rudolf Alberth Rodja berterima kasih pada Pemerintah Kabupaten Maybrat karena kerawanan keamanan kabupaten itu kian menurun.

Kapolda juga berterima kasih karena Pemkab Maybrat sudah mau secara perlahan membuka diri dengan memberikan pelayanan pada masyarakat secara merata.

“Ini terlihat karena Bupati sudah bisa melakukan apel di Kumurkek. Ini adalah kesan bahwa Bupati sudah menyadari tidak ada gunanya berkonflik,” ujar Kapolda di ruangannya, Rabu (19/9) siang tadi.

Kapolda menyatakan persoalan keamanan Maybrat merupakan pekerjaan yang menyita pikiran. Sebab, berbagai pertimbangan selalu mengarah kepada keamanan atau hal-hal yang kemungkinan tiba-tiba terjadi di Maybrat.

“Sekarang pimpinan sudah buat langkah baik. Saya yakin Maybrat akan lebih baik kedepannya,” tutur Kapolda.

Kapold akemudian menjelaskan daerah yang ditetapkan sebagai wilayah rawan bukan berarti tempat itu telah terjadi konflik. Ada bebeberapa kriterianya. Salah satunya topografi yang jauh dari jangkauan pihak keamanan.

“Setiap Polres punya wilayah rawan. Itu karena topografi wilayah. Kalau rawan I itu karena wilayah itu pernah terjadi konflik. Rawan bukan berarti terjadi konflik,” tandas Kapolda.(njo)