Warga Usul Jalan Utama Wondama Dinamai Alberth Hanok Torey

Warga Usul Jalan Utama Wondama Dinamai Alberth Hanok Torey
Pemakaman mantan Bupati Teluk Wondama Alberth Hanok Torey, 8 Oktober 2018.

Warga termasuk keluarga almarhum Dr Drs Alberth Hanok Torey MM mengusulkan jalan dari Pelabuhan Wasior sampai ke selatan wilayah perkantoran Pemkab Teluk Wondama diberi nama almarhum.

“Hari ini, 8 Oktober 2018, saya bersama keluarga besar dan masyarakat Wondama, minta jalan mulai dari dermaga wasior sampai ke selatan wilayah perkantoran diberi nama jalan DR Drs Alberth Hanok Torey MM. Saya harap ini bisa jadi keputusan peraturan daerah,” ujar Asisten II Pemprov Papua Barat, Jack Sawaki, dalam ibadah pemakaman almarhum Bupati Teluk Wondama periode 2005-2010 dan 2010-2015 itu.

Sawaki yang hadir mewakili Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan dia selaku pribadi menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya. “Bapak Gubernur minta maaf karena tak bisa hadir,” tutur Sawaki.

Sawaki lalu mengatakan Keputusan Bupati Teluk Wondama Nomor 002 Tahun 2018 yang menjelaskan almarhum sebagai pelopor pembangunan tidak salah, karena Gubernur juga mengatakan almarhum adalah tokoh pembangunan, sosok yang penuh semangat kerja keras, disiplin, cerdas dan jenius.

“Saya percaya kita tahu siapa sosok almarhum sebenarnya. Siapa saja disambut, disapa, senyum dan nasionalis serta penuh kasih,” ujar Sawaki.

Sementara itu, Bupati Teluk Wondama, Bernadus A Imburi mengatakan Wondama dilanda duka medalam atas kepergian sang pelopor perubahan itu.

“Saya atas sama seluruh lapisan masyarakat 13 distrik 75 kampung dan satu kelurahan berduka sangat dalam,” ucap Imburi diiringi tangisan.

Bupati juga mengatakan begitu banyak hal yang telah dilakukan almarhum. “Hanya Tuhan yang mampu menghitung dan membalas semua perbuatan baik almarhum buat kita, buat daerah ini. Saya hanya bisa menyampaikan banyak terima kasih,” tandas Bupati.

Pantauan papuakini.co, prosesi iring-iringan warga dan pejabat yang mengiring pemakaman almarhum sore hari itu menyemut hingga sekira tiga kilometer panjangnya.(asa/dixie)