Anggota Dekab Sebut Bangunan Pasar Mama Papua Hanya Kejar Program

Anggota Dekab Sebut Bangunan Pasar Mama Papua Hanya Kejar Program

Personil Fraksi Manokwari Hebat DPRD Manokwari, Trisep Kambuaya, menilai pembangunan pasar mama Papua di Sanggeng serta bangunan pasar di Wosi hanya mengejar program.

“Karena proyek selesai terus duitnya diambil. Semua itu bisa kita lihat seperti pasar Wosi yang hari ini terjadi persoalan tumpang tindih. Semua itu terjadi karena akibat dari penataan pasar yang tidak maksimal, terutama dari kondisi bangunan yang tidak sesuai dengan kebutuhan penjua,” ujar Trisep pada papuakini.co, Selasa (27/11/2018).

Kata Trisep, pasar mama Papua di eks terminal Sanggeng juga demikian. “Ukuran los pasar tidak ditata sesuai dengan kebutuhan para penjual, terutama mama Papua. Los yang dibuat sangat kecil dan tidak sesuai dengan jumlah barang yang dibawa oleh para pedagang,” ungkapnya.

Kata Trisep juga, saat mereka mengecek, perencanaan untuk pembagunan pasar itu memang sangat kacau balau. “Yang awalnya terminal dan berfungsi, disulap jadi pasar yang kemudian tidak difungsikan,” nilainya, lalu meminta Bupati segera meninjau kembali bangunan fisik pasar.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Perindagkop Kabupaten Manokwari, Frengki Saiba yang dikonfrimasi di ruangan kerjanya, menyatakan los pasar yang dibangun sudah diatur untuk digunakan oleh mama-mama Papua yang berjualan di bawah.

Hanya saja menurutnya, pedagang sendiri yang tidak mau menempati los pasar sehingga, los pasar itu hingga kini tanpa aktivitas.

“Khusus untuk kita punya pedagang Papua, termasuk mama-mama Papua, mereka ini bukan pedagang tetap. Kalau untuk lapak-lapak yang kami buatkan saat ini khusus untuk pedagang pasar Sanggeng yang losnya terbakar,” jelasnya.

Terkait rencana
pembangunan los-los yang dianggap tidak sesuai dengan kapasitas, dia menyatakan instansinya masih memikirkannya, karena terkendala sempitnya lahan pasar Sanggeng.

Baca Juga :
HUT Pancasila Wabup Manokwari Pakai Lurik dan Blangkon, Sekkab Pakai Mahkota

“Di mana ada lahan kosong kita akan bangun lapak-lapak yang layak untuk berjualan.
“Mungkin tahun depan kita bisa lihat lahan baru khusus pedagang-pedagang kita orang asli Papua,” tandasnya.(cpk5/njo)