Gubernur: Jangan Tanya Daun atau Laut Mau Pilih Siapa

Gubernur: Jangan Tanya Daun atau Laut Mau Pilih Siapa
Gubernur Papua Barat dalam peresmian gedung baru kantor GPI Jalan Suci di Tanah Papua Provinsi Papua Barat, di Kota Sorong, 3 Desember 2018.

Warga Papua Barat yang memiliki hak pilih diingatkan untuk menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilu legislatif dan Pilpres 17 April 2019 mendatang.

“Gunakan hak pilih kita. Jangan tanya pada daun yang bergoyang, jangan tanya laut yang bergelombang, tapi tanyalah pada Tuhan untuk memilih siapa wakil-wakil kita di DPR RI, DPR provinsi, DPR kabupaten/kota, DPD RI, presiden dan wakil presiden,” ujar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Senin (3/12/2018).

Gubernur mengatakan ini saat meresmikan gedung baru kantor GPI Jalan Suci di Tanah Papua Provinsi Papua Barat, di Kota Sorong.

Gubernur: Jangan Tanya Daun atau Laut Mau Pilih Siapa
Ketua TP PKK Papua Barat Ny Yuliana Mandacan-Kiriweno

Terkait itu, Gubernur kembali mengungkapkan predikat rawan konflik dari Bawaslu pada Papua Barat. Untuk itu, Gubernur mengajak seluruh warga Papua Barat membalikkan prediksi itu dengan menjadikan Pemilu legislatif dan Pilpres di Papua Barat sebagai yang teraman di Indonesia.

Gubernur yang dalam kegiatan itu didampingi Ketua TP PKK Papua Barat, Ny Yuliana Mandacan-Kiriweno, juga kembali mengingatkan tentang HIV/AIDS di Papua Barat, yang per Juli 2018 terdata ada 7234 pengidap. 838 orang di antara mereka telah meninggal dunia.

Gubernur mengimbau seluruh warga untuk mewaspadai dan mencegah hal itu. Salah satunya dengan setia pada pasangan masing-masing.

Terkait peresmian gedung baru kantor GPI Jalan Suci di Tanah Papua Provinsi Papua Barat ini, Gubernur menyatakan itu sejalan dengan pembangunan keagamaan dalam RPJMD Papua Barat 2017-2022.

Gubernur: Jangan Tanya Daun atau Laut Mau Pilih Siapa
Kepala Biro Mental Spiritual Papua Barat Hermus Indou

Sementara itu, Kepala Biro Mental Spiritual Papua Barat, Hermus Indou dalam laporannya menyebutkan pembangunan kantor tersebut menelan dana Rp9 M sedangkan interior dan design-nya Rp3 M.

Penyelesaian gedung dua lantai seluas 2450 meter persegi itu dilakukan selama dua tahun, yaitu fisik selesai pada tahun 2016 sedangkan interiornya tuntas pada 2017.

Baca Juga :
Alumni USTJ Jayapura Papua Barat Berbagi Kasih Dengan Penyandang Disabilitas

“Kita juga lengkapi dengan pagar keliling. Ada sebagian pagar yang rubuh karena banjir beberapa waktu lalu. Biro Mental Spiritual berencana memperbaikinya di 2019 mendatang,” jelasnya.(an/dixie)