Ironis, Diduga Mabuk,  Oknum Pakai Kaos dan Celana Satpol PP Aniaya Warga

Oknum berkaos dan bercelana Satpol PP Papua Barat diduga mabuk lalu menganiaya Rudi Setiawan (27), Kamis (14/2/2019) sekira pukul 23.00 WIT di kompleks borobudur.

Rudi kepada wartawan, Selasa (19/2/2019) sore tadi mengatakan penganiaan terjadi di kios borobudur dekat tempat bermain bilyard.

Saat itu, satu orang oknum pejabat di Satpol PP Papua Barat bersama dua orang datang dan menanyakan minuman keras. Mereka menggunakan mobil Terios warna hitam. Dia menduga mereka mabuk karena mulut beraroma miras.

“Ada kahh? Tanya salah satu dari mereka. Saya katakan, tidak ada, saya sudah tidak menjual miras. Ah jangan begitu, ada kah tidak.  Ucap oknum itu lagi. Saya langsung katakan, periksa sudah, kalau ada silakan tangkap,” ungkap Rudi.

Mereka lalu turun ke tempat bilyard dan melakukan penggeledahan. Saat itu dia jalan kembali ke atas. Lalu salah satu dari mereka enghantam dia dari samping dengan piring makan.

“Setelah menghantam dengan piring, orang itu langsung lari.  Dia mengenakan baju kaos dan celana Satpol PP,” ungkapnya, lalu menunjukan 8 jahitan karena luka hantaman piring itu.

Dia mengku dulu sempat menjual miras. Namun sudah berhenti, sehingga tidak tahu menahu soal miras lagi. Selain itu, dia tidak tinggal di lokasi itu lagi melainkan di Kompleks Brawijaya.

Inisden itu langsung di laporkan ke Polres Manokwari. Malam kejadian, SPKT Polres mendatangi TKP tapi tidak menemukan orang yang diduga melakukan pemukulan.

Sementara dari tiga orang itu, korban mengaku hanya mengenal satu orang saja yang merupakan oknum pejabat di Satpol PP Papua Barat.

Karena belum ada tindak lanjut yang signifikan, Jumat (16/2/2019) dia  melanjutkan laporan ke Polda Papua Barat. Atas laporan itu, dia sudah dilakukan pemeriksaan sebagai korban atas Lp Nomor : STPl/45/II/2019/Papua Barat/SPKT, Jumat (15/2/2019).

Baca Juga :
HMI Minta Penegak Hukum Seriusi Perkara Korupsi

Dia berharap, Polisi segera mencari keberadaan pelaku yang diduga melakukan pemukulan itu.

“Saya tidak tahu siapa pelaku yang memukul. Namun dalam LP, ada satu nama oknum pejabat yang saya sertakan. Oknum pejabat itu tidak ikut memukul tapi dia berada di TKP bersama dua orang itu,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Hums Polda Papua Barat, AKBP Hary Supriono yang dikonfirmasi mengatakan akan berkoordinasi dengn satker terkait soal tindak lanjut LP dugaan penganiayaan tersebut.(njo)