Daerah Desentralisasi Asimetris Indonesia Harus Jadi Contoh

Daerah Desentralisasi Asimetris Indonesia Harus Jadi Contoh

Daerah-daerah di Indonesia yang memiliki desentralisasi asimetris diharapkan bisa jadi contoh dan inspirasi perubahan lebih baik.

Ini dilontarkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui Wakil Gubernur Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X, dalam Rapat Koordinasi Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) Daerah Khusus/Istimewa 2019, di Yogyakarta baru-baru ini.

“Saya memiliki harapan, daerah yang memiliki desentralisasi asimetris, termasuk DIY harus mampu dan bisa menjadi inspirasi perubahan. Tentu untuk menyongsong terwujudnya peradaban baru yang memuliakan harkat dan martabat manusia,” kata Wagub DIY.

Kegiatan ini diikuti lima provinsi yaitu, DKI Jaya, Aceh, Papua, dan Papua Barat, serta DIY sebagai tuan rumah. Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani menghadiri kegiatan ini.

Keistimewaan atau otonomi khusus, tidak sekadar terkaitĀ konteks demokrasi dan teknis tata kelola administrasi pemerintahan saja, namun adanya kesadaran bahwa alokasi dana keistimewaan dan otonomi khusus itu esensinya berasal dari uang rakyat.

“Yang artinya, setiap rupiah yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.(***/dixie)