Papua Barat Kekurangan 800-1000 Guru Produktif SMK

Papua Barat Kekurangan 800-1000 Guru Produktif SMK
Kabid SMK Dinas Pendidikan Papua Barat, Agus Sroyer

Masih sangat kurangnya guru produktif SMK merupakan salah satu kendala peningkatan mutu pendidikan ketrampilan di Papua Barat.

“Kita masih kekurangan 800-1000 guru produktif SMK. Itu tak bisa kita pungkiri,” ujar Kabid SMK Dinas Pendidikan Papua Barat, Agus Sroyer, menjawab pekerja pers di Sorong, Selasa (26/3/2019).

Kekurangan guru produktif ini bukan hanya terjadi Papua Barat, tapi secara nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, akhir tahun lalu menyatakan butuh 72 ribu guru produktif.

Salah satu langkah yang akan ditempuh pemerintah pusat untuk memenuhi kekurangan uru produktif itu adalah merekrut pekerja profesional melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Sroyer lebih lanjut mengatakan pemerintah, baik pusat, provinsi, dan kabupaten/kota terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Papua Barat melalui berbagai peningkatan sarana prasarana kegiatan belajar mengajar.

“Tapi walau fisik banyak, tapi ya kalau guru produktif kurang, ya agak sulit juga. Mesti begitu, saya yakin rekan-rekan guru lainnya bisa mengatasi hal itu dengan kualitas pengajaran memadai,” tuturnya.

Dia lalu mengatakan kekurangan itu sudah disampaikan ke Guberur melalui Sekprov dan Kepala BKD. Dia berharap ada perhatian khusus untuk penerimaan guru produktif.(an/dixie)

Baca Juga :
Sertijab Kadis Pendidikan Papua Barat, Pejabat Lama Berhalangan Hadir