Terlambat Kelola Sampah, PD Bintuni Maju Mandiri Minta Maaf

Terlambat Kelola Sampah, PD Bintuni Maju Mandiri Minta Maaf
Direktur Utama PD Maju Mandiri, Max Samaduda SSos.

Perusahaan Daerah (PD) Bintuni Maju Mandiri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, minta maaf karena terlambat mengelola sampah, yang semestinya sudah dilakukan sejak awal tahun.

“Saya mohon maaf atas keterlambatan ini,” ujar Direktur Utama PD Maju Mandiri, Max Samaduda SSos, di ruang kerjanya, Sabtu (11/5/2019).

Keterlambatan itu terjadi karena perusahaan harus menjemput bola terkait peluang penempatan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP), khususnya anak-anak Bintuni, di BP Tangguh.

Seperti diberitakan papuakini.co 15 April 2019, upaya itu berhasil menyusul diterimanya 92 tenaga kerja PD Bintuni Maju Mandiri sebagai karyawan kontrak selama satu tahun di Train III LNG Tangguh. Mereka sebelumnya menjalani pelatihan di Pusat Pelatihan Tekhnik Industri dan Migas Petro Tekno.

Dia lalu mengatakan sudah membuat masterplan pengelolaan sampah perkotaan Bintuni, dan sudah siap untuk dipresentasikan ke Bupati Teluk Bintuni.

Selain itu, PD juga akan membangun hotel bintang tiga di atas lahan sekira dua hektare, yang pengerjaannya ditargetkan sudah mulai dilakukan di 2019 ini.

Selain untuk wisatawan, hotel itu juga akan jadi tepat berkantornya semua perusahaan luar daerah yang beroperasi di Bintuni. “Semua perusahaan (luar daerah) itu wajib berkantor di hotel itu nantinya,” tuturnya.

Dia kemudian menegaskan PD ini adaah milik pemerintah, sehingga otomatis adalah milik masyarakat.

“Perusahaan Daerah Bintuni Maju Mandiri siap menampung siapa saja masyarakat yang datang. Asalkan memiliki skill dan kemampuan sesuai syarat dan ketentuan. Saya butuh anak-anak muda smart, brilian, serta punya ide-ide cemerlang untuk membangun negeri lewat perusahaan daerah ini,” tegasnya.

Untuk merealisasikan misi tersebut tentunya butuh dukungan seluruh masyarakat. “Karena tanpa dukungan seluruh masyarakat, perusahaan daerah tidak bisa berbuat banyak,” tandasnya.(cpk6/dixie)