STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa Selangkah Lagi Jadi Universitas Lodewijk Mandatjan

STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa Selangkah Lagi Jadi Universitas Lodewijk Mandatjan

STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa, yang dikelola Yayasan Caritas Papua, selangkah lagi naik statusnya menjadi universitas dengan nama Universitas Lodewijk Mandatjan Papua di Manokwari (Ulmapa).

“Persiapan sudah 90 persen,” ujar pimpinan STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa, Roberth Hammar, Kamis (30/5/2019).

Menurutnya, universitas yang penamaannya sudah disetujui Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan, itu sudah memenuhi lima program studi (prodi) yang merupakan salah satu persyaratan awal pembentukan universitas.

Kelima prodi itu adalah di bidang ilmu hukum dengan kekhususan hukum adat agraria, hukum kriminologi, hukum perdata bisnis, hukum tata negara, dan hukum administrasi negara.

STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa Selangkah Lagi Jadi Universitas Lodewijk Mandatjan
Roberth Hammar, pimpinan STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa di Manokwari, Papua Barat.

“Prodi ilmu hukum yang nanti jadi fakultas hukum itu peleburan dari STIH Bintuni yang pusatnya di Manokwari,” jelasnya.

Lalu prodi manajemen keuangan yang merupakan pengembangan STIE Mah Eisa. “Kami prioritaskan tiga kekhususan yaitu manajemen kekhususan keuangan, pemasaran jasa, dan SDM. Itu sudah beres,” ungkapnya.

Selanjutnya prodi akuntansi S1. “Sudah 15 tahun kami kelola D3 akuntasi. Tahun depan D3 akuntansi akan kami tutup,” jelasnya, lalu mengatakan akan ada prodi ekonomi kemaritiman.

Baca Juga :
Ssstt, Umur Sudah 12 Tahun, Gubernur Papua Barat Baru Kelas 1 SD

Lalu ada prodi komputer yang sedang dalam finalisasi. “Ada banyak pilihan. Awalnya hanya satu. Manajemen informatika, teknik informatika, atau teknik sistem. Satu di antara tiga itu,” bebernya, kemudian menyatakan akan ada juga prodi ilmu kepariwisataan dan pendidikan musik.

“Nanti total 10 prodi,” ungkapnya.

Saat ini yang masih terus dikaji adalah kurikulum kekinian yang sesuai dengan perkembangan jaman.

“Makanya kami jalin kerjasama dengan berbagai universitas dalam dan luar negeri, termasuk double degree (gelar ganda, red) sarjana hukum dengan universitas di Korea (Selatan). Semester 1-4 di universitas Lodewijk Mandatjan, semester 5-8 di kampus Korea. Kami upayakan bisa start dalam 1-2 tahun ke depan,” tandasnya.(an/dixie)