Selisih Tipis di 2015, Golkar Bintuni Kembali ‘Fight’ di Pilkada 2020

Selisih Tipis di 2015, Golkar Bintuni Kembali 'Fight' di Pilkada 2020
Ayor Kosepa, Ketua Bidang Organisasi Golkar Teluk Bintuni

Selisih tipis di Pilkada 2015 Kabupaten Teluk Bintuni membuat Golkar optimis untuk kembali bertarung dalam Pilkada 2020.

Beda 7 suara dan berakhir kalah di gugatan MK menjadi satu keyakinan Golkar bahwa pasangan yang diusung kala itu, Daniel Asmorom dan Yohanis Manibuy, cukup kuat.

Pondasi itulah yang membuat mereka kembali siap untuk Pilkada tahun depan itu. Kali ini, Yohanis Manibuy digadang dengan posisi calon bupati.

“Soal siapa pasangan calonnya itu dinamis. Bisa dengan siapa saja. Yang jelas, Golkar masih kuat dengan kandidat yang kuat pula,” ujar Ayor Kosepa, Ketua Bidang Organisasi Golkar Teluk Bintuni pada pekerja pers, Minggu (16/6/2019).

Baca Juga :
Listrik Bintuni Padam Bergilir, Ini Solusinya

Dalam Pilkada 2015 pasangan usungan Golkar itu diumumkan KPU memperoleh 16.947 suara (41,15%), sedangkan pasangan Petrus Kasihiw-Matret Kokop memperoleh 16.726 suara (40,61%).

Hasil itu didugat di MK, yang kemudian memutuskan pasangan Petrus-Matret yang menang Pilkada Bintuni 2015 dengan selisih tujuh suara dari Daniel-Yohanis.

“Beliau (Yohanis Manibuy) akan maju kembali tahun depan, posisinya dinamis. Bisa calon bupati atau wakil, ” terangnya.

Optimisme itu muncul dengan dukungan kepercayaan masyarakat yang menurut Ayor semakin meningkat pada Partai Golkar.

“Dari hasil legislatif kemarin, Golkar memperoleh lima kursi dari tiga dapil. Golkar dari awal sudah sepakat, kalau kalah, kita tetap bertarung lagi,” pungkasnya.(njo)