Penahanan Pelaku Pencabulan Anak Kandung Ditangguhkan Karena Alasan Ini

Penahanan Pelaku Pencabulan Anak Kandung Ditangguhkan Karena Alasan Ini
Ilustrasi penangguhan penahanan.

Penyidik Polres Manokwari menangguhkan penahanan EK (41), terlapor pencabulan anak kandungnya yang masih di bawah umur karena alasan kesehatan dan permintaan keluarga.

Menurut Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Musa Jedi Permana, EK awalnya ditahan namun belakangan sakit.

Hasil pemeriksaan Poliklinik Bhayangkadi Polres Manokwari menunjukkan ada tanda-tanda penyakit usus buntu.

Baca Juga :
Tarif 80 Juta Artis Cantik Indonesia Digrebek di Hotel

Diagnosa itu diperkuat hasil pemeriksaan dokter di RSUD Manokwari, yang menyatakan dia mengidap usus buntu dan harus dioperasi.

“EK dan keluarga menolak operasi dan akan melakukan pengobatan tradisional,” ungkapnya.

EK lalu kembali dibawa ke tahanan.

Baca Juga :
Kejari Kantongi Dokumen Pencairan Dana KPU PB

Keluarganya kemudian mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk melakukan pengobatan tradisional itu.

“Siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi apa apa dengan kesehatan pelaku ketika di dalam tahanan? Makanya kita tangguhkan penahanannya, karena ada pengajuan dari pihak keluarga,” tuturnya.

Meski demikian, penangguhan penahanan itu tidak menutup jalannya kasus. “Kasus ini tetap jalan, hanya status penahannya saja yang ditangguhkan,” tandasnya.

Baca Juga :
Ada Darah di Mulut Anggota DPR Papua Barat yang Meninggal Dalam Mobil

Kasus pencabulan ini terjadi pada 27 Februari 2019. Korban yang baru berusia 16 tahun merupakan anak pelaku.(njo)