Gubernur Akui Data Statistik Papua Barat Belum Baik

Gubernur Akui Data Statistik Papua Barat Belum Baik
Sekprov Papua Barat Nataniel D Mandacan membuka Focus Group Discussion Papua Barat Dalam Angka 2019, di Hotel Aston Niu Manokwari, 5 Agustus 2019.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengakui kondisi data di Indonesia, khususnya Papua Barat, belum baik karena masih ada perbedaan data statistik antar instansi.

Ini dikatakan Gubernur melalui Sekretaris Provinsi Papua Barat Nataniel D Mandacan dalam Focus Group Discussion Papua Barat Dalam Angka 2019, di Hotel Aston Niu Manokwari, Senin (05/08/2019).

Belum baiknya data statistik itu disebabkan oleh, antara lain, perbedaan konsep definisi tanpa adanya metadata dan tidak adanya kode referensi.

Baca Juga :
Ini 14 Pejabat Baru Eselon 2 Papua Barat

“Data pemerintah pun masih sulit dicari. Ini karena banyak data sektoral yang dipegang individu,” tutur Gubernur.

Soal data, rujukan yang sah instansi pemerintah adalah yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Tapi BPS terbatas pada data statistik dasar, sedangkan data statistik sektoral ada di instansi pemerintahan.

Untuk memadukan itu, sekaligus memenuhi amanat Perpres No 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, dibutuhkan forum satu data.

Baca Juga :
Waspadai Kabar Hoax Tentang Minuman Berbahaya Beredar Lagi

Forum itu berfungsi, antara lain, berkomunikasi dan berkoordinasi dalam penyelenggaraan satu data Indonesia.

Forum juga berfungsi membahas dan menentukan daftar data yang akan dikumpulkan di tahun selanjutnya, serta daftar data prioritas.

“Oleh karena itu, butuh peran serta aktif instansi pemerintah untuk memberikan data yang dibutuhkan,” ingat Gubernur.(an/dixie)