Papua Barat Berpeluang Lolos Renang Perairan Terbuka PON 2020

Papua Barat Berpeluang Lolos Renang Perairan Terbuka PON 2020
Atlet Papua Barat yang berlaga di Kejurnas Renang Perairan Terbuka (Open Water) nomor 5 km di Pulau Pramuka, Jakarta, 23-25 Agustus 2019.

Lima perenang asal Provinsi Papua Barat mengikuti Kejurnas Renang Perairan Terbuka (Open Water) Tahun 2019 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, 23-25 Agustus 2019.

Dua atlet turun di nomor 10 km dan 3 atlet di nomor 5 km. Kelimanya bersaing dengan ratusan atlet dari 21 provinsi memperebutkan tiket PON XX Tahun 2020 di Papua.

Manajer Tim Papua Barat, Charles Jembise mengakui hasil yang diraih Papua Barat dalam Kejurnas tersebut kurang memuaskan.

Papua Barat Berpeluang Lolos Renang Perairan Terbuka PON 2020
Berdoa bersama sebelum memulai laga Kejurnas Renang Perairan Terbuka (Open Water) Tahun 2019 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, 23-25 Agustus 2019.

Di nomor 10 km putra, perenang asal Papua Barat Andrias Manggaprow berhasil menempati posisi ke sembilan. Satu atlet lainnya, Joni Ataribaba menempati posisi 26.

Sementara untuk nomor 5 km, tiga atlet Papua Barat, Alexander Mandowen, Frits Koromat, dan Sarlens Rouw belum masuk 20 besar.

Walaupun demikian, Papua Barat masih berpeluang ikut serta PON XX di Papua pada nomor renang 10 km putra.

Papua Barat Berpeluang Lolos Renang Perairan Terbuka PON 2020
Atlet renang perairan terbuka Papua Barat, Andrias Manggaprow, menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum berlaga di nomor 10 km di Pulau Pramuka, Jakarta, 23-25 Agustus 2019.

“Memang jumlah atlet yang masuk PON XX per nomornya hanya 8 orang, tetapi kita masih memiliki peluang untuk 10 km putra. Ini karena kuota PON satu provinsi hanya satu peserta. Sementara hasil Kejurnas ini, DKI dan Jabar yang masuk delapan besar masing masing ada dua atlet,” ungkapnya.

Jembise mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan panitia Kejurnas mengenai kuota per provinsi yang lolos Pra PON.

Menurutnya kekurangan kuota Pra Kualifikasi PON menjadi kewenangan Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI). Oleh karena itu, pihaknya akan bertemu langsung dengan PB PRSI untuk berkoordinasi masalah ini.

“Kami besok (26/8) akan bertemu dengan PB PRSI. Andrias Manggraprow kita harap bisa lolos ke PON. Saya optimis ini akan diakomodir oleh PB PRSI karena Andrias menempati posisi 9. Secara otomatis apabila DKI dan Jabar hanya satu atlet, maka Papua Barat akan lolos Pra PON karena menempati posisi 7,” terangnya.

INSIDEN

Selain posisi Andrias Manggraprow, pihaknya juga akan mengadukan insiden yang dialami atlet Papua Barat pada saat start nomor 5 km ke PB PRSI. Insiden tersebut membuat seorang atlet Papua Barat tidak bisa melanjutkan kejuaraan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Papua Barat Berpeluang Lolos Renang Perairan Terbuka PON 2020
Atlet renang perairan terbuka Papua Barat, Alexander Mandowen, menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum berlaga di nomor 5 km di Pulau Pramuka, Jakarta, 23-25 Agustus 2019.

“Atlet kami kena sepak oleh seorang perenang lain saat start sampai kaca mata renangnya pecah. Kami minta PB PRSI melakukan investigasi masalah ini, Apakah ada indikasi sepakan tersebut disengaja atau tidak, karena hal ini sangat merugikan. Atlet kami tidak bisa lanjutkan (pertandingan) karena harus dilarikan ke rumah sakit,” papar Jembise.

Sementara itu, Pelatih Kepala Tim Renang Perairan Terbuka Provinsi Papua Barat, Pratu Benny mengungkapkan, ini merupakan Kejurnas renang pertama yang diikuti Provinsi Papua Barat. Hasil Kejurnas ini akan dijadikan evaluasi agar ke depan atlet Papua Barat bisa berprestasi.

“Anak-anak (para atlet) sudah maksimal, hanya saja jam terbang masih kurang jika dibandingkan dengan atlet dari provinsi lain. Kita lihat saja yang masuk tuju besar merupakan atlet kelas wahid di Indonesia yang sudah sering mengikuti Kejuaraan Dunia,” ungkap Benny.

Baca Juga :
'Lumpur Bebek' Trans Papua Barat, Gotong Royong Tarik 40 Mobil

Selain itu, waktu persiapan dan kurangnya fasilitas penunjang untuk berlatih di Provinsi Papua Barat, menurutnya, juga menjadi kendala tim. Dia berharap ke depan Papua Barat bisa melengkapi satu per satu kekurangan yang ada.

“Ini menjadi bahan evaluasi kita bersama. Saya yakin bila waktu persiapan dan penjaringan atlet lebih lama, dan fasilitas penunjang seperti kolam memadai, hasil yang kita peroleh lebih maksimal,” yakin Benny yang juga bertugas di Rindam Kasuari.

Benny juga berharap ke depan di Papua Barat bisa diadakan kejuaraan renang berkelanjutan. Ini penting untuk menjaring bibit-bibit unggul sejak dini, serta menambah jam terbang para atlet.

“Untuk renang khususnya laut kita yakin potensi di Papua Barat sangat banyak. Yang kita bawa saat ini adalah anak asli Papua semua, bukan atlet sewaan. Hanya saja kita kurang event. Saya berharap ke depan Papua Barat bisa menggelar event secara continue dari mulai kejuaran biasa sampai tingkat Kejurda,” tandasnya.(why)