Bupati Manokwari: Mari Bawa Kesejukan

Bupati Manokwari: Mari Bawa Kesejukan
(Kiri ke kanan) Kapolda Papua Barat Brigjen Heri Rudolf Nahak, Wakil Gubernur Mohamad Lakotani, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau, dan Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan.

Seluruh komponen masyarakat Papua Barat diajak menjaga kesejukan, khususnya di Manokwari, pasca demo yang diwarnai kerusuhan beberapa waktu lalu.

Ajakan ini dilontarkan Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan dalam tatap muka Forkompimda Papua Barat bersama kaum intelektual dan organisasi kepemudaan di Manokwari, Selasa (10/09/2019).

“Semoga hasil pertemuan ini membawa manfaat dan kesejukan bagi kita semua,” ujar Bupati dalam tatap muka yang juga dihadiri Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Wakil Gubernur Mohamad Lakotani, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau, dan Kapolda Papua Barat Brigjen Heri Rudolf Nahak itu.

Bupati mengajak semua mencari solusi pasca demo tersebut, karena bisa situasi tak dipulihkan akan membawa dampak buruk pada kemajuan dan seluruh komponen masyarakat.

Hal senada dikatakan Gubernur. Menurut Gubernur, pengalaman adaah guru terbaik. Jadi jangan ulangi kesalahan seperti yang terjadi dalam demo yang berawal damai kemudian berakhir perusakan, pembakaran dan penjarahan yang kemungkinan karena dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang ingin mengadu domba.

Baca Juga :
Gubernur Ingatkan Janji Presiden Touring Trans Papua-Papua Barat

Gubernur mengingatkan demo adalah hak warga negara karena dijamin undang-undang, tapi tentunya harus sesuai dengan aturan dan tidak anarkis.

“Kita akhiri semua hari ini hal-hal yang sudah terjadi. Jangan ulangi kesalahan. Selalu kerjasama, tanggungjawab yang sama, jamin keamanan masyarakat bebas kerja dengan aman sesuai berkat yang ada pada mereka masing-masing,” tutur Gubernur.

Ini adalah pertemuan ke sekian kalinya yang diikuti Gubernur setelah berbagai pertemuan serupa dengan berbagai komponen masyarakat. Pertemuan tersebut bukan cuma di Manokwari tapi juga di Kaimana, Fakfak, Manokwari Selatan, dan Teluk Bintuni.

Gubernur lalu mengingatkan pawai damai yang akan digelar di Manokwari dari jalan Percetakan sampai lapangan Borarsi, Rabu (10/09/2019).

“Nanti ada pimpinan agama akan berdoa. Sebelum doa, ada komitmen bersama kita. Kita tolak kekerasan, kita cinta damai,” ingat Gubernur.(an/dixie)