Akankah Ada Penggusuran Bangunan di Pelebaran Jalan Tugu Lumba Lumba?

Akankah Ada Penggusuran Bangunan di Pelebaran Jalan Tugu Lumba Lumba?
Kondisi ruas jalan Tugu Lumba Lumba, Kaimana, Papua Barat. (Inzet) Plt Kadis PUPR Kaimana, Viktor Klau.

Pemkab Kaimana, Papua Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menganggarkan dana Rp. 4,7 M untuk proyek pengerjaan ruas jalan dari Tugu Lumba-Lumba Kaki Air Kecil hingga ke Kali Sukun.

“Proyek tersebut sekarang masih dalam proses lelang. Sebenarnya direncanakan mulai dikerjakan akhir bulan ini, tetapi karena harus melalui mekanisme yang ada, maka akan mulai dikerjakan bulan depan,” ujar Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kaimana Viktor Klau ST di ruang kerjanya.

Ada beberapa titik pada ruas jalan sepanjang 1,5 km ini yang akan ditimbun sebelum diaspal, khususnya di titik yang selama ini menjadi tempat tergenangnya air. Lebar aspalnya 5 meter yang disesuaikan dengan jalan yang ada.

“Memang beberapa teras rumah ada di pinggir jalan. Inilah yang akan kita cek data ke pertanahan untuk memastikan sebenarnya ketika pembebasan tanah khusus untuk jalan ini luasnya berapa meter. Kalau memang masuk dalam jalan maka akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” paparnya.

Khusus di lokasi yang paling parah genangan airnya, dulu terdapat batu lobang alam yang mengalirkan air langsung ke laut, namun berdasarkan pengakuan warga sekitar lobang ini telah ditutup maka ketika hujan pasti saja airnya meluap.

Wilayah lainya, di belakang Toko Anggun, telah banyak berdiri rumah penduduk. Tidak ada parit di sana untuk pembuangan air, sehingga semuanya melewati aspal di depan toko tersebut yang menyebabkan tanah dasarnya goyang. Akibatnya, ketika dilewati kendaraan bermuatan berat langsung rusak.

Persoalan ini harus dipikirkan dan diselesaikan agar air yang berasal dari gunung maupun rumah penduduk dapat dialirkan ke laut.

Jalan ini, seperti rata-rata jalan lainnya, hanya bisa dilalui kendaraan muatan 8 ton. Jika dilewati bermuatan lebih, pasti jalan akan rusak.

Baca Juga :
Bupati Kaget Ada Surat Dari Pemkab Mimika Soal Mutasi Kadis PU Kaimana

“Kita hanya bangun jalan. Pengunaannya ranah Dinas Perhubungan. Kalau bebannya di atas 8 ton sampai 20 ton, sebaiknya gunakan jalan nasional yang berada dijalur depan,” ungkapnya.(cpk3)