Dirut Garuda Dipecat, Papua Barat Akan Kembali Menyurat

Dirut Garuda Dipecat, Papua Barat Akan Kembali Menyurat
Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Agustinus Kadakolo

Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Perhubungan akan kembali menyurat ke Garuda Indonesia untuk membuka kembali penerbangan ke Manokwari.

“Direktur (utama) yang diberhentikan itu yang kemarin menarik rute dengan alasan merugi. Dengan Direktur baru ini, kita akan minta kembali rute Manokwari,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Agustinus Kadakolo, Rabu (18/12/2019).

Seperti diberitakan papuakini.co 5 Desember 2019, Dirut Garuda Ari Ashkara dipecat setelah terbukti terlibat penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda mewah Brompton dalam pesawat terbaru Garuda yang diterbangkan dari Toulouse, Perancis.

Belakangan kasus ini berkembang dengan dugaan mesum yang di maskapai flag carrier Indonesia.

Menurut Kadakolo, pengiriman surat itu merupakan upaya ke sekian kalinya Pemprov Papua Barat untuk menambah frekuensi penerbangan ke Manokwari.

Hal serupa, termasuk menyurat ke Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Udara, sebelumnya sudah dilakukan ke maskapai AirAsia dan Citilink.

“Kalau Rute Makasar- Sorong lancar. Kalau Manokwari kurang. Kita sudah buat rekomendasi gubernur ke Air Asia dan Citilink, bahkan langsung ke kantor pusat. Kedua maskapai itu bilang siap,” ujarnya.

Rekomendasi untuk AirAsia sudah dijawab dengan surat yang menyatakan meminta waktu jangka pendek 2019 dan jangka panjang 2020.

“Jangka pendek di tahun ini tidak ada, Jadi tahun 2020 kita akan menyurat lagi untuk meminta AirAsia menjawab surat itu. Begitupun Citylink dan juga Garuda,” ungkapnya.

Selain itu, Pemprov juga akan meminta rute penerbangan Manokwari-Jayapura untuk kembali mengudara.

“Kami sudah minta rekomendasi gubernur untuk minta maskapai tambah rute Sorong-Manokwari dan Manokwari-Jayapura. Kita minta Lion Air dan Batik Air,” tuturnya.

Di satu sisi, tambah Kadakolo, ada hal yang juga menghambat maskapai baru masuk di Manokwari, yakni panjang runway. “Tahun 2020 akan ada penambahan panjang runway, kemungkinan bisa normal lagi penerbangan,” terangnya.(an/njo)