Disbudpar Gali Kembali 10 Objek Pemajuan Kebudayaan yang Nyaris Punah

Disbudpar Gali Kembali 10 Objek Pemajuan Kebudayaan yang Nyaris Punah
Kepala Seksi Internalisasi dan Diplomasi Budaya pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, SY Maya Inggamer SSos

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat menggali kembali 10 objek Pemajuan Kebudayaan di Papua Barat. Mereka bekerjasama dengan akademisi dari Unipa untuk menggali data kebudyaan di masing masing kabupaten kota serta Kementerian Pendidikan yang diwakili oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua.

Kepala Seksi Internalisasi dan Diplomasi Budaya pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, SY Maya Inggamer SSos mengatakan, 10 objek itu antara lain tradisi lisan, manuskrip, pengetahuan tradisioal, olahraga tradisional, permainan tradisional, ritus, seni, religi, bahasa yang digali kembali dari setiap daerah khusus yang hampir maupun telah punah agar dilestarikan kembali.

“Hasil ini akan menjadi database kebudayaan dan akan kami sampaikan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Direktorat Jendral Kebudayaan. Data itu akan dimasukan dalam data Papua Barat tentang objek pemajuan kebudayaan yang ada di provinsi ini,” ujar Maya usai pembukaan
Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan di sebuah hotel di Manokwari, Rabu (18/12/2019).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan tahun 2018. Di tahun ini, ada 6 daerah yang belum namun hanya 5 yang dilibatkan yakni, Tambrauw, Bintuni, Wondama, Pegaf dan Mansel sementara Kota Sorong tidak dilibatkan.

“Kota Sorong sudah homogen, jadi tdk ada lagi suku asli di sana kecuali Kabupaten Sorong,” ungkapnya.

Pengambilan data ini juga diamanatkan dalam UU No 5/2017 tentang pemajuan kebudayaan guna mengangkat dan memperkenalkan kembali kepada generasi penerus.(an/njo)

Baca Juga :
15000 Pohon Kelapa Ditanam di 140 Hektar