Putra Etna Mendaftar ke Golkar, Diantar Kepala Suku dan Tari Seka

Putra Etna Mendaftar ke Golkar, Diantar Kepala Suku dan Tari Seka
Penyerahan berkas Bacalon Bupati Kaimana, Frans Amerbay, di Sekretariat Partai Golkar Kabupaten Kaimana.

Tarian tradisional Kaimana, tari seka, mendampingi bakal calon bupati Kaimana Frans Amerbay SE mengembalikan berkas pendaftaran ke sekretariat Partai Golkar Kabupaten Kaimana, Jumat (17/01/2020).

Ratusan warga berbaju kuning bertuliskan sahabat Frans Amerbay turut mengantar sang bakal calon dari kediamannya di jalan Lingkar Tanjung Simora hingga ke sekretariat Golkar di Air Merah.

Di sekretariat Sonny Attiamona, Kepala Suku Napiti menyerahkan berkas Frans Amerbay ke Panitia.

Frans kepada pekerja pers mengatakan dia memasukkan berkas hanya di Golkar dan PDIP.

“Saya sangat optimis karena saya adalah kader partai Golkar. kurang lebih 10 tahun ini saya bergabung dengan partai Golkar di Kabupaten Kaimana. Jauh sebelumnya ditahun 1990an waktu saya di Jawa Tengah, saya juga bergabung dengan partai Golkar,” akunya.

Wakil Ketua Bidang Organisai, Kaderisasi dan Keanggotaan Partai Golkar Kabupaten Kaimana, sekaligus anggota DPRD Kaimana periode 2019-2024, ini menegaskan siap meninggalkan jabatannya jika dipercayakan oleh masyarakat dan partai untuk maju sebagai Calon Bupati Kaimana.

“Membangun Kaimana ini membutuhkan banyak orang termasuk lawan-lawan politik. Kita tidak bisa jalan sendiri harus bergandengan tangan untuk Kaimana yang lebih baik,” tutur anggota DPRD Kaimana tiga periode ini.

Dia menegaskan Kaimana saat ini harus dilihat dalam konsep besar, yakni Kaimana ke depan mau diapakan. Untuk itu, visi misinya adalah “2024 Kaimana Hebat”.

“Bukan hanya pendidikan dan Kesehatan tetapi semua sektor harus hebat. Ketika saya menjadi komandan maka saya akan pimpin pasukan perubahan itu,” tegasnya.

Dirinya juga mengaku termotivasi maju sebagai bupati karena masih banyak hal yang harus dikerjakan.

“Selama ini sebagai anggota DPRD dan Pimpinan Dewan, saya hanya bisa menyampaikan saran dan aspirasi masyarakat, tetapi bukan sebagai eksekutor, sehingga kadang harapan masyarakat belum bisa dieksekusi. Kalau nanti dipercayakan masyarakat menjadi bupati maka sudah tentu keluhan masyarakat bisa langsung saya eksekusi,” tandasnya.(yos)