Bupati Minta Angkatan IV Pelatihan Petrotekno Khusus Anak Bintuni

Bupati Minta Angkatan IV Pelatihan Petrotekno Khusus Anak Bintuni
Bupati Bintuni Ir Petrus Kasihiw MT bersama Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. (foto: ist/humas bintuni)

Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw MT berharap angkatan IV peserta pelatihan di Fasilitas Pelatihan Minyak dan Gas Petrotekno di Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, semuanya anak Bintuni.

“Kalau boleh angkatan ke IV ini khusus untuk anak-anak Bintuni saja, agar mereka bisa masuk di operasinya BP Tangguh, sedangkan yang kami siapkan di P2TIM (Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas) untuk proyek-proyek train 3 BP Tangguh,” ujar Bupati seperti dilansir Humas dan Protokoler Pemkab Teluk Bintuni.

Bupati mengatakan itu dalam pertemuan dengan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di kantor pusat SKK Migas di lantai 35 Wisma Mulia, Jalan Gatot Subroto Kavling 42, Jakarta, Jumat (31/01/2020).

Bupati mengatakan sangat mengapresiasi kerjasama antara Petrotekno dan BP Tangguh dalam melatih dan mendidik anak-anak Bintuni di Ciloto sehingga mereka bisa bekerja di BP Tangguh.

Terkait perekrutan lulusan P2TIM, Bupati minta SKK Migas memangil manajemen BP Tangguh dan kontraktor utama untuk duduk bersama dengan pemerintah daerah membahas penempatan mereka di train 3 BP Tangguh.

“Walaupun perekrutan tenaga kerja banyak dari orang Papua, tapi yang kami inginkan adalah orang asli Bintuni lebih diperhatikan. Karena ada pemikiran orang bahwa proyek ini tidak bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Bupati.

HARUS BELI PANGAN LOKAL

Selain soal naker, Bupati juga mengedepankan pemberdayaan ekonomi lokal oleh BP Tangguh dan Genting Oil. Salah satunya dengan membeli makanan, sayuran, dan buah-buahan produksi lokal.

“Kita berharap ke depan suplai bahan pertanian ke BP Tangguh, Genting Oil dan kawasan industr diambil dari Bintuni. Jangan sampai semua di suplai dari luar,” ingat Bupati.

Bupati mengungkapkan saat ini ada kerjasama pembukaan sektor agribisnis dengan Petrotekno di empat kampung yang disiapkan sebagai proyek padat karya yang melibatkan mama-mama Papua.(***/dixie)