Pasti Jadi Muncul di Injury Time Pilkada Manokwari

Pasti Jadi Muncul di Injury Time Pilkada Manokwari
John Dimara SH dan Dady Narwawan SH MM

Pasangan terakhir (Pasti) John Dimara SH dan Dady Narwawan SH MM (Jadi) muncul di injury time Pilkada Manokwari.

Meski demikian, ada keyakinan yang mereka pegang soal rekomendasi partai. Apalagi keduanya hanya fokus kepada partai masing masing. John fokus pada Hanura yang turut dia besarkan sedangkan Dady fokus pada komitmen pidato politik Ketua Umum Golkar.

Ini terungkap dalam konferensi pers pasangan ini di Sekretariat Golkar Manokwari, Minggu (01/03/2020).

John mengatakan DPP Hanura tahu siapa dia. Di DPRD Kabupaten dan di DPR Papua Barat dia berkiprah sebagai anggota dewan. Dia pun mengaku sebagai salah satu yang mendirikan Hanura di Papua Barat. Dia yakin rekomendasi Hanura bisa kembali ke dia dan Hanura pasti punya hati nurani.

“Meski ada yang klaim bahwa sudah mengantongi rekom Hanura, saya rasa itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Karena saya kader Hanura yang semua tahu dari daerah hingga pusat. Jadi, saya optimis Hanura akan kembali pada hati nurani. Saat itu belum ada kader yang maju, tapi sekarang sudah ada kader,” ungkapnya.

Apalagi, kata John, kalau ada yang bicara soal lawan kotak kosong. “Kami saja yakin dapat rekom. Bahkan, bukan tidak mungkin, yang sudah berikan rekom bisa membatalkannya,” terangnya.

Dia juga menegaskan satu hal yang perlu diketahui publik, bahwa sebelum menyatakan maju dia sudah minta ijin pada Benny Boneftar dan John Rumbruren.

“Publik perlu tahu bahwa kita bertarung tidak kosong, bukan kepentingan pribadi, golongan, dan jabatan. Peta politik Manokwari berubah, dan untuk periode 2020-2025 butuh perubahan yang datang dari kandidat baru,” klaimnya.

Soal rekom, Dady pun ikut optimis. Dia berpegang pada pidato politik Ketum Golkar, Airlangga Hartato yang dikatakan di beberapa tempat.

Baca Juga :
PMI Manokwari Minta Bantuan Ambulance

Dia mencontohkan saat ke Manokwari pada Februari 2019 di GOR Sanggeng, Hartato mengatakan jika Golkar mempertahankan satu kursi DPR RI, jika kita pertahankan sembilan kursi DPR provinsi, dan jika kita pertahankan empat kursi DPRD, maka saat Pilkada, rekomendasi akan sesuai tingkatannya.

“Di DPRD kita empat kursi, termasuk wakil ketua. Ada dua kader Golkar yang maju, tapi di Golkar itu sesuai tingkatan masing masing berdasarkan pidato Ketum,” ungkapnya lalu mengatakan berkas pasangan Jadi sudah dikirim ke pusat.(njo)