Meski Ditunda, Kubu Lambert Jitmau Optimis Menang Musda Golkar Papua Barat

Meski Ditunda, Kubu Lambert Jitmau Optimis Menang Musda Golkar Papua Barat

Musda III Partai Golkar Provinsi Papua Barat yang semestinya dilaksanakan di DPP Golkar Kemanggisan Jakarta Barat 20 – 21 Maret 2020 kembali ditunda.

Penundaan tersebut setelah kedua kandidat ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat, yaitu Rudi Timisela dan Lambert Jitmau sepakat menunda Musda dalam pertemuan bersama Ketua DPP Partai Golkar Rizal Mallarangeng dan Erwin Aksa, Jumat (20/03/2020).

Kesepakatan tersebut sebagai bentuk dukungan Golkar terhadap upaya pencegahan penyebaran wabah corona virus disease 2019 (COVID-19) yang telah dinyatakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemic global.

Terkait hal ini, Tim Pemenangan Calon Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat masa bakti 2020-2025 Drs Lamberthus Jitmau MM, dalam siaran pers yang diterima papuakini.co, yang diwakili Ketua DPD Golkar Kabupaten Raja Ampat, Selviana Wanma SH, mengungkapkan sesuai arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir Airlangga Hartarto MBA MMT, Partai Golkar harus senantiasa mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat.

Oleh karena itu, pihaknya telah duduk bersama penyelenggara (DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat) dan DPP Partai Golkar telah mencapai mufakat menunda pelaksanaan Musda III Partai Golkar Provinsi Papua Barat sampai dengan wabah COVID-19 telah mereda, atau setidak-tidaknya sampai dengan iimbauan/larangan untuk berkumpul telah dicabut oleh otoritas pemerintah.

“Atas nama Bapak Dr Lamberthus Jitmau MM menyampaikan apresiasi pada seluruh pemegang hak suara,baik yang mendukung Bapak Drs Lamberthus Jitmau, MM ataupun yang belum mendukung, atas kesediaan saudara-saudara untuk terus mengikuti pelaksanaan Musda III Partai Golkar Papua Barat dan sekiranya bisa dengan tertib kembali ke kabupaten masing-masing, dan terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman COVID-19, berupa menjaga jarak aman antar orang, menggunakan masker, rutin mencuci tangan, istirahat yang cukup, dan mengkonsumsi multivitamin guna menjaga daya tahan tubuh,” ungkapnya.

Sementara, terkait dengan peta kekuatan, Wanma mengaku tahu persis perkembangan jelang Musda III Partai Golkar Provinsi Papua Barat, di mana Drs. Lamberthus Jitmau MM menurutnya memperoleh dukungan yang lebih dari cukup untuk ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat.

“Dukungan hari demi hari terus bertambah dari pemegang hak suara, namun euphoria kemenangan harus kita tunda demi kepentingan yang lebih besar yaitu dukungan kita terhadap penanganan wabah COVID-19,” terangnya.

Ketua DPD AMPI Provinsi Papua Barat, Victor Juventus Gozalves May MP menambahkan sesuai dengan komposisi pemegang hak suara pada Musda III Partai Golkar Provinsi Papua Barat yang terdiri dari DPD Kabupaten/Kota, DPD Provinsi, Dewan Pertimbangan DPD Provinsi, Ormas Pendiri, Ormas Didirikan, dan Ormas Sayap, secara kalkulasi baik itu surat dukungan secara administratif maupun faktual, Drs. Lamberthus Jitmau MM telah memenuhi syarat keterpilihan, untuk kemudian ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat.

Baca Juga :
KPU Kaimana Gangguan Internet, Golkar Selesai 5 Jam

Dukungan tersebut menurutnya akan terus dijaga dengan komunikasi yang intens, termasuk dengan pemegang hak suara yang masih belum menentukan pilihan.

Menurut May, saat ini Drs. Lamberthus Jitmau MM adalah sosok yang tepat untuk memimpin Partai Golkar Provinsi Papua Barat.

“Sosok yang humanis, egaliter dan punya sifat kebapakan. Personalit Bapak LJ dipadukan dengan pengalaman beliau memimpin DPD Partai Golkar Kota Sorong yang memenangi Pemilu adalah sosok yang paling tepat menahkodai Partai Golkar Provinsi papua Barat. Dan, yang terpenting Bapak LJ sudah berkali-kali menyampaikan bahwa tidak ada lawan di dalam Golkar semuanya adalah kader Golkar, sehingga ke depan seluruh sumber daya yang ada akan diakomodir demi kejayaan Partai Golkar di Papua Barat,” kata May.

Terlebih, kata May, Lamberthus Jitmau adalah contoh dari sekian banyak Orang Asli Papua yang sukses dan eksis di kancah politik. “Meminjam istilah beliau “Orang Papua Asli dan orang dari Papua” adalah pandangan beliau yang sangat humanis, manajemen kepemimpinan beliau di dalam organisasi sangat mengedepankan aspek proporsionalitas dan profesionalitas, sehingga saya selaku anak muda sangat tertarik untuk belajar lebih banyak dari beliau,” pungkas May.(wan)