Kesehatan Ibu dan Anak di Tengah Pandemi Covid-19, CTPS Sangat Penting

Kesehatan Ibu dan Anak di Tengah Pandemi Covid-19, CTPS Sangat Penting
Kepala Kantor Unicef Papua Barat, Rustini Floranita.

Kesehatan ibu dan anak di tengah pandemi Covid-19 jadi salah satu perhatian serius Unicef dalam membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Apalagi, Dinkes Kabupaten Manokwari mencatat di tahun 2020 ada ekira 4000 ibu hamil dengan usia kandungan yang berbeda, serta sekira 18.000 balita di Manokwari.

Kepala Kantor Unicef Papua Barat, Rustini Floranita, menyebut Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan seorang ibu hamil atau ibu menyusui di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, imunitas tubuh ibu hamil dan bayi menyusui masih sangat rendah sehingga mudah terserang berbagai macam penyakit, tak terkecuali Covid-19.

“Cuci tangan di air mengalir dengan sabun selama 20 detik harus sesering mungkin dilakukan. Juga harus memperhatikan beberapa anjuran lainnya, ” ujarnya.

Anjuran lain itu, sebut Rustini, sama seperti prinsip umum pencegahan Covid-19, yakni memakai alat pelindung diri, menjaga kondisi tubuh dengan rajin berolahraga, menjaga etika batuk dan bersin, serta mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.

Kata dia, ada beberapa hal penting juga yang patut dilakukan seorang ibu hamil, yakni membuat janji untuk pemeriksaan di awal kehamilan agar tidak menunggu lama, selanjutnya menunda pemeriksaan kehamilan trimester ke 2.

“Dalam situasi saat ini, pemeriksaan trimester ke 2 dapat melalui telekonsultasi klinis. Kecuali ada tanda bahaya,” ungkapnya, lalu mengatakan untuk trimester 3 harus dilakukan 1 bulan sebelum taksiran kehamilan.

“Kalau mengikuti kelas ibu hamil, ditunda dulu untuk menghindari kerumunan. Atau ikuti kelas ibu hamil secara online,” sarannya, lagu mengatakan ibu hamil dan ibu nifas harus memikiki buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan. Buku itu bisa didapat di Puskesmas atau diunduh.

Baca Juga :
Warga Papua Barat Tertular Corona di Makassar

“Ibu nifas di periode 6 minggu setelah kehamilan harus memahami tanda bahaya di masa nifas. Untuk itu Buku KIA perlu jadi pegangan, ” ingatnya.(njo)