Oknum Berpakaian Seperti Polisi Intimidasi Warga Distrik Yamor

Oknum Berpakaian Seperti Polisi Intimidasi Warga Distrik Yamor
Apolos Wetebosy, anggota DPRD Kabupaten Kaimana.

Seorang oknum berpakaian seperti polisi tampak mengintimidasi masyarakat pemilik hak ulayat di areal perusahan kayu PT Jati Darma Indah (PT JDI) di Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

Oknum itu juga tampak dua kali mendorong seorang warga.

Ini tampak dalam video berdurasi 4 menit 30 detik.

Apolos Wetebosy, anggota DPRD Kabupaten Kaimana dari Daerah Pemilihan Yamor yang menerima laporan dari masyarakat mengatakan, peristiwa itu terjadi pekan lalu dan direkam oleh warga dalam bentuk video yang kemudian dikirimkan padanya.

“Berdasarkan laporan yang saya terima kemarin malam dari masyarakat, ada intimidasi dari oknum berseragam Brimob yang diduga pengamanan di perusahaan. Bahkan ada penamparan yang dilakukan,” ujarnya pada pekerja pers, Kamis (09/07/2020).

Menurutnya persoalan ini muncul karena pihak perusahaan tidak menerima ada pengusaha kayu segi yang dimasukkan oleh masyarakat di areal yang diklaim perusahaan sebagai hak HPH mereka.

“Terjadinya keributan itu dilatarbelakangi karena selama ini tidak ada perhatian pemerintah terhadap masyarakat di sana terkait masalah hak ulayat. Memang ada pertemuan pertama yang dibuat tetapi tidak ada perwakilan pemerintah yang hadir,” ujarnya.

Dalam pertemuan pertama itu, disepakati bahwa pihak perusahan akan memperhatikan masalah pendidikan dan kesehatan, namun pada kenyataannya tidak demikian karena sampai saat ini belum juga terealisasi. Padahal perusahaan ini sudah beroperasi sejak November 2019.

“Jadi karena belum ada pembicaraan itulah maka masyarakat pemilik hak ulayat tidak menginginkan perusahaan semena-mena melakukan sabotase semua hak lahan mereka. Masyarakat kemudian memasukkan pengusaha kayu segi untuk sekadar mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.

Menurutnya, pihak perusahaan seharus melakukan pertemuan dengan masyarakat dan pemerintah untuk duduk bersama agar ada MoU atau kesepakatan yang dibuat, bukan kemudian menggunakan aparat keamanan untuk melakukan intimidasi terhadap masyarakat.

Baca Juga :
Beber Kasus 2019 Kaimana, Korupsi Dana Haji Masih Tunggu Kejaksaan

“Kalau bicara bukti, saya punya bukti video terkait peristiwa itu. Saya secara pribadi tidak setuju. Saya minta kepada Polda Papua Barat untuk menarik anggota Brimob yang saat ini melakukan PAM di sana,” tegasnya.

Apolos mengatakan telah melaporkan kejadian ini ke Ketua DPRD Kaimana. Hasilnya, DPRD akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk membentuk tim dan turun ke Distrik Yamor.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi saat ditanya soal ini menjawan belum dapat laporan dan akan menanyakannya ke pihak terkait. (yos)