Kejari Bintuni Kejar Laporan Soal Petrotekno

Kejari Bintuni Kejar Laporan Soal Petrotekno
Kajari Teluk Bintuni Marthen Tandi (kiri) dan Kasi Intel Royal Sihotang.

Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni masih melakukan klarifikasi dengan mengumpulkan bahan atau dokumen soal laporan masyarakat tentang dugaan penyelewengan yang terjadi di Petrotekno.

Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, Marthen Tandi yang dikonfirmasi mengaku akan serius mengejar laporan masyarakat itu.

“Kami akan serius, makanya itu kami lakukan pengumpulan data. Kalau mengarah ke pidana kita lanjutkan, kalau tidak ada, ya kita stop sampai tahap klarifikasi,” ujar Kajari di ruangannya, Selasa (13/10/2020).

Dikatakan Kajari, setelah data terkumpul mereka akan melakukan telaah apakah mempunyai indikasi atau peristiwa yang dikategorikan pidana atau tidak. Jika ada, maka akan masuk di tahap penyelidikan. Setelah itu barulah bisa dilakukan pemanggilan baik oleh bidang Pidsus maupun Intel.

Pihaknya cukup berhati-hati menyikapi laporan masyarakat itu, mengingat Petrotekno merupakan satu satunya lembaga pendidikan di Papua Barat yang bertujuan untuk meningkatkan SDM.

“Kami tidak ingin lembaga pendidikan yang menghasilkan generasi di bidang teknologi ini terhambat,” ungkapnya.

Dia juga menyebut bahwa Kejaksaan menerima surat edaran dari Kejaksaan Agung terkait Pilkada.

“Andaikan panggilan itu berkaitan dengan calon kita harus pending hingga pilkada usai. Kita (Jaksa) bagian dari aparat yang harus ikut mensukseskan Pilkada. Karena dihawatirkan ada pendapat masyarakat bahwa kita mendukung salah satu pasangan,” tandasnya.(njo)

Baca Juga :
Bupati Bintuni Minta KSP Tekan Investor BP Tangguh