Gubernur Papua Barat Sampaikan Rencana Pembangunan ke Kepala Staf Kepresidenan

Gubernur Papua Barat Sampaikan Rencana Pembangunan ke Kepala Staf Kepresidenan
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, 23 November 2020.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan berbagai program pekerjaan yang sedang dan akan dilakukan kepada Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Menurut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Papua Barat, Melkias Werinussa, berbagai program pengembangan SDM disampaikan, seperti pembangunan BLK di Sorong Selatan kerjasama dengan Petrochina.

“Bagaimana pengembangan infrastruktur yang sedang dan akan dikerjakan, termasuk jembatan Inbari yang menghubungkan sejumlah kabupaten di Papua Barat,” tutur Werinussa.

Hal lain yang disampaikan pada Moeldoko yang juga Anggota Dewan Pembina Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat sesuai Keppres 20/2020 itu adalah rencana pengembangan KEK dan industri petrokimia di Babo, Teluk Bintuni.

Gubernur Papua Barat Sampaikan Rencana Pembangunan ke Kepala Staf Kepresidenan
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Punr) Moeldoko bersama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan rombongan usai pertemuan 23 November 2020.

“Bapa Gub juga menyampaikan program-program pertanian untuk mendorong dan mencapai ketahanan pangan Papua Barat,” ungkap Werinussa.

Moeldoko yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menanggapi positif semua yang disampaikan Gubernur, dan menyatakan akan membicarakannya lebih lanjut.

Moeldoko, dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat, Kepala Dinas Pertanian Papua Barat, dan Kepala Bapedda Papua Barat itu, mendorong Pemprov untuk menyiapkan lahan untuk pengembangan sawah, termasuk irigasinya agar swasembada pangan Papua Barat bisa tercapai.

Juga diungkapkan selain industri Petrokimia di Babo, juga akan ada industri pupuk dalam areal BP di Teluk Bintuni. Industri itu diharapkan sudah running pada 2026 mendatang.(dixie)

Baca Juga :
Menteri Yohana: Saatnya Suara Perempuan Didengar