Pemprov Salurkan Tangan Kasih Tahap II di Mansel dan Pegaf

Pemprov Salurkan Tangan Kasih Tahap II di Mansel dan Pegaf
Bupati Manokwari Selatan Markus Waran secara simbolis menyalurkan bantuan bahan pokok dari Pemprov Papua Barat ke warga, disaksikan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, di Ransiki, 14 Desember 2020.

Pemerintah Provinsi Papua Barat menyalurkan bantuan tunai program Tangan Kasih tahap II kepada warga di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) dan Pegunungan Arfak (Pegaf), Senin (14/12/2020).

Penyerahan simbolis dilakukan Gubernur Papua Barat ke Bupati Mansel, Markus Waran, di Ransiki dan Bupati Pegaf Yosias Saroy di Anggi. Kedu aBupati itu kemudian secara simbolis menyalurkan bantuan itu ke warga masing-masing.

Tangan Kasih merupakan program Pemprov Papua Barat sebagai bagian dari jaring pengaman sosial dan ekonomi yang diperuntukkan bagi pekerja sektor formal dan informal yang terdampak Covid-19.

Bantuan senilai Rp600 ribu per bulan itu diberikan selama 9 bulan (April-Desember 2020). Bantuan itu disalurkan dalam bentuk rekening tabungan masing-masing penerima melalui Bank BNI, Mandiri, dan BRI. Bantuan tahap I diberikan untuk April-Juni sedangkan tahap II Juli-Desember.

Para penerima bantuan tersebut juga tercover jaminan kematian dan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan, di mana iuran per tahun dipotong langsung dari bantuan yang mereka terima.

Seperti diberitakan sebelumnya, awalnya, di Tahap I, Pemprov memberikan Tangan Kasih ke 32.317 warga. Di tahap II, jumlah penerima Tangan Kasih ditambah 20.000 orang, sehingga total penerima di tahap I dan II jadi 52.317 orang.

Baca Juga :
Pesparani I Papua Barat Undang Wapres Terpilih

Selain Tangan Kasih, Pemprov juga menyalurkan bantuan bahan pokok kepada warga di dua kabupaten tersebut. Sama seperti Tangan Kasih, penerima bantuan bahan pokok ini juga bertambah jumlahnya. Awalnya 82.963 orang lalu ditambah 5.642 sehingga jadi 88.605 orang sesuai kemampuan keuangan daerah.

Pemprov di dua kabupaten itu juga menyalurkan bantuan stimulus bagi pedagang kecil dan mikro senilai Rp2 juta.(dixie)