Gubernur Papua Barat Terima Rencana Induk SMA Taruna Kasuari Nusantara

Gubernur Papua Barat Terima Rencana Induk SMA Taruna Kasuari Nusantara
Kepala Balitbangda Papua Barat, Charlie D Heatubun (kanan), menyerahkan rencana induk SMA Taruna Kasuari Nusantara ke Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Papua Barat, Raymond RH Yap, di Manokwari, 25 Mei 2021. (foto: ist/Balitbangda PB)

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menerima rencana induk SMA Taruna Kasuari Nusantara dari tim khusus bentukan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat di Manokwari, Selasa (25/05/2021).

Tim yang beranggotakan ahli dari UNIPA, Pemprov Papua Barat, guru, dan perwakilan Mitra Pembangunan menyusun rencana induk sekolah itu sejak medio Januari 2021 lalu.

Sekolah di bekas Balai Latihan Kehutanan (BLK) di Sanggeng Manokwari itu akan mulai menerima siswa baru pertengahan Juni 2021.

Siaran pers Balitbangda Papua Barat menyebutkan rencana induk setebal 270 halaman itu intinya berisi panduan terkait syarat dan prasyarat pendirian dan pengelolaan SMA, penjaringan siswa-siswi, penjaringan guru dan tenaga pendidik, racikan kurikulum khusus, sarana dan prasarana, kelembagaan pengelolaannya, dukungan keuangan, dukungan keamanan, serta dukungan kebijakan keberlanjutannya.

Pemaparan dan penyerahan hasil ini turut dihadiri, antara lain, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Papua Barat, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Papua Barat, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Papua Barat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat, Prof Dr Charlie D Heatubun SHut MSi, sebagai penanggungjawab penyusunan rencana induk ini mengatakan rencana induk ini disusun berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah.

Rencana induk ini juga menekankan pada pendekatan ‘stepwise’ yang artinya pengelola SMA ini akan melakukan perbaikan secara terus menerus berdasarkan hasil monitoring, evaluasi dan pembelajaran sampai pada saat kondisi yang sudah optimal sebagai standar pengelolaan sekolah khusus ini.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat menegaskan sekolah ini sangat penting karena menyangkut masa depan Papua Barat melalui investasi SDM sejak dini.

Baca Juga :
10 Gedung Pemuda Diresmikan 2019

Saya ingin betul sekolah ini menjamin kualitas pengelolaan agar kualitas lulusannya jadi jembatan keprofesionalan di masa mendatang. Melalui sekolah ini kita ingin membiasakan disiplin, membangun budipekerti luhur, mengerti teknologi dan memiliki jiwa entrepreneurship,” ingat Gubernur Ppaua Barat.(*)