Transparansi Anggaran, Direktur RSUD Kaimana Daulat Pekerja Pers Ikut Bagikan DPA

Transparansi Anggaran, Direktur RSUD Kaimana Daulat Pekerja Pers Ikut Bagikan DPA
Plt Direktur RSUD Kaimana, Subhan Hassanusi, menyerahkan DPA ke tiap bidang di RSUD tersebut, 18 Juni 2021.

Plt Direktur RSUD Kaimana, Subhan Hassanusi, menyerahkan Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) ke 13 bagian yang ada di rumah sakit tersebut, Jumat (18/06/2021).

Bahkan, seorang pekerja pers diberikan kepercayaan untuk menyerahkan dokumen tersebut sebagai simbol transparansi informasi publik.

Gebrakan baru yang diambil Direktur RSUD Kaimana ini sebagai upaya untuk menciptakan keterbukaan informasi publik, khususnya terkait alokasi anggaran di RSUD Kaimana di masa kepemimpinnya dan kepemimpinan Direktur RSUD mendatang.

“Walau masa kepemimpinan saya baru satu bulan, ada kerinduan untuk melakukan transparansi penataan anggaran yang nanti kami harapkan bisa berdampak pada pelayanan,” ujar Subhan Hassanusi pada pekerja pers usai penyerahan.

Direktur RSUD Kaimana menegaskan di masa kepemimpinannya ini ada gaya yang diubah, khususnya pada bidang anggaran. Misalnya, dokumen anggaran yang sebelumnya dianggap sesuatu yang sakral, kini tidak lagi karena harus diketahui oleh semua bidang.

“Dibuka agar teman-teman yang punya berbagai kegiatan di ruangan-ruangan bisa tahu, bisa melihat sendiri bahwa yang diusulkan di DPA pada tahun berjalan ini anggarannya ada di mana dan berapa besar,” tegas Subhan Hassanusi.

Menurutnya, selain transparansi, langkah ini juga bertujuan meningkatkan semangat kerja tiap bagian dalam melakukan pelayanan. setelah mengetahui posisi dan besaran anggaran di bidangnya masing-masing.

Usai penyerahan ini Direktur RSUD Kaimana memberikan waktu tiga sampai tujuh hari pada tiap bagian untuk melihat dan mempelajari DPA yag telah diterima.

Setelah itu, akan ada forum yang dibuka dengan melibatkan bagian keuangan, bagian program, dan bagian kepegawaian untuk berdiskusi dalam rangka mengetahui berapa anggaran yang telah terserap dan berapa yang belum.

“Misalnya pembelanjaan alat USG, sudah belanja belum, anggaran berapa, dan kapan belanjanya? Itu yang harus dijawab oleh teman-teman yang ada di bidang terkait, sehingga anggaran ini jangan terlalu lama,” beber Subhan Hassanusi.(yos)