Salut, Kepala Dinas PMK Papua Barat Motivasi Korban Narkoba Dengan Contoh Keluarga Sendiri

Salut, Kepala Dinas PMK Papua Barat Motivasi Korban Narkoba Dengan Contoh Keluarga Sendiri
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Papua Barat, Lince Idorway, dalam kegiatan Pembinaan Lanjutan Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (Napza) di Pasar Ikan Sanggeng, Manokwari, 21 Juni 2021.

Salut. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Papua Barat, Lince Idorway, memberi motivasi pada para korban narkoba dengan mencontohkan kejadian yang terjadi pada keluarganya sendiri.

Ini dikatakan Kepala Dinas PMK dalam kegiatan Pembinaan Lanjutan Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (Napza) di Pasar Ikan Sanggeng, Manokwari, Senin (21/06/2021).

Dia mengatakan ada anaknya yang pernah jadi korban narkoba saat dia masih bertugas di Teluk Bintuni. Begitu mengetahui hal itu, dia langsung berupaya mengatasinya dengan menjauhkan sang anak dari rekan-rekan yang konsumsi narkoba.

Dia juga konfrontir langsung anaknya, memintanya untuk tidak lagi mengkonsumsi narkoba, dan mengawasi betul.

“Sekarang dia tidak lagi konsumsi narkoba. Dia sudah punya usaha sendiri yang sukses. Kalia juga bisa begitu,” tutur Lince Idorway lalu menyebut nama sang anak.

Hal sama bisa dilakukan para korban narkoba yang dibina Yayasan Rumah Generasi Dahsyat Papua Barat. “Kalian ini generasi penerus. Penerus kami-kami yang sudah tua,” ingat Kepala Dinas PMK Papua Barat.

Untuk itu, Lince Idorway, meminta para orangtua mengetahui apa yang dilakukan anak-anak mereka, karena pendidikan dasar ada di keluarga.

Kepala Dinas PMK Papua Barat juga berharap tempat-tempat ibadah seperti gereja dan masjid juga merangkul para korban narkoba melali berbagai kegiatan keagamaan seperti pemuda gereja dan pemuda masjid.

Dengan banyak melakukan kegiatan positif, para korban nakorba ini bisa lepas dari cengkraman narkoba yang mematikan dan merusak bangsa.(dixie)

Baca Juga :
Karaoke Alexa Diduga Pekerjakan Anak Bawah Umur