Sayang Anak, Istri, Suami, Ayah, Ibu, Keluarga, Ayo Vaksinasi Covid-19

Sayang Anak, Istri, Suami, Ayah, Ibu, Keluarga, Ayo Vaksinasi Covid-19
(Kiri ke kanan) Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan, Muhammad Akbar Tawakal, Kabinda Papua Barat, Brigjen TNI Vincentius Bayu Setiawan, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan Kajati Papua Barat, Wilhelmus Lingitubun dalam vaksinasi massal gratis Covid-19 oleh BIN Papua Barat di kawasan Reremi Puncak, Manokwari, 16 Juli 2021.

Pemerintah Provinsi Papua Barat dan berbagai pihak terkait terus menggulirkan vaksinasi massal Covid-19.

Yang teranyar yang dilakukan BIN Papua Barat di kawasan Reremi Puncak, Jumat (16/07/2021).

“Sayang anak, istri, suami, ayah, ibu, keluarga mari kita vaksin Covid-19,” ujar Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dalam vaksinasi massal ini.

Gubernur Papua Barat menegaskan jangan bosan-bosan untuk tetap dan tetap mengajak, mengimbau umat, masyarakat mematuhi semua instruksi, imbauan untuk patuhi protokol kesehatan, dan melakukan vaksinasi Covid-19.

“Untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19 menuju Indonesia Sehat, Indonesia Hebat, dan Papua Barat Maju,” ajak Gubernur Papua Barat.

Gubernur Papua Barat mengatakan jangan takut untuk divaksin karena dia sudah dua kali divaksin. Begitu pula Wakil Gubernur Papua Barat dan Sekda Papua Barat.

“Pejabat dan ASN adalah panutan dalam segala hal, termasuk vaksinasi Covid-19. Bagaimana kita mau ajak masyarakat kalau kita sendiri belum lakukan,” tegas Gubernur Papua Barat didampingi, antara lain, didampingi, antara lain, Kabinda Papua Barat, Kajati Papua Barat, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakat, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Perindag, Kepala Biro Kesra, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan.

Gubernur Papua Barat menyatakan jika sebelumnya pemerintah menunggu masyarakat untuk vaksinasi di lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan, maka kini pemerintah yang datang ke tengah masyarakat secara terkoordinasi, yang sebelumnya sudah dilakukan Polda Papua Barat, Kodam XVIII/Kasuari, dan Kejati Papua Barat.

Gubernur Papua Barat kemudian menegaskan kembali bahwa saat ini Provinsi Papua Barat masuk dalam delapan provinsi di luar Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM Darurat, dan 12 kabupaten kota di luar Jawa dan Bali yang menjalankan PPKM Darurat sampai dengan 20 Juli 2021 nanti. Di Papua Barat PPKM Darurat ini dilaksanakan di Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong.(dixie)