Pimipabso dan Masyarakat Adat Suku Moi Minta Maaf Pada Kepala Suku Besar Arfak

Pimipabso dan Masyarakat Adat Suku Moi Minta Maaf Pada Kepala Suku Besar Arfak
Pernyataan sikap Pengurus Perkumpulan Intelektual Malamoi Indonesia Papua Barat Sorong (Pimipabso) dan Masyarakat Adat Suku Moi yang memohon maaf atas insiden yang menimpa Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan, 18 September 2021.

Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Intelektual Malamoi Indonesia Papua Barat Sorong (Pimipabso) dan Masyarakat Adat Suku Moi memohon maaf pada Ketua Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan, atas insiden yang menimpanya dalam aksi kemanusiaan vaksinasi massal Covid-19 di Kota Sorong pada 21 Agustus 2021.

“Perkumpulan Intelektual Malamoi Indonesia Papua Barat Sorong dan masyarakat adat Moi di Sorong, Manokwari, dengan hati nurani yang bersih, putih, dan murni, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Dominggus Mandacan selaku Kepala Suku Besar Arfak, keluarga besar Suku Arfak, dan suku-suku lainnya di bawah kepemimpinan Dominggus Mandacan.”

Permohonan maaf ini merupakan bagian dari pernyataan sikap yang dibacakan Ketua DPP Pimipabso, Kepas Kalasuat, didampingi, antara lain, Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Intelektual Malamoi Indonesia Manokwari Raya (Pimimara), Agustinus Kadakolo, Sekretaris dan Kepala-Kepala Suku Moi di Sekretariat Pimikabso di Aimas, Kabupaten Sorong, Sabtu (18/09/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Sorong melarang dan hendak membubarkan vaksinasi massal Covid-19 yang dilakukan Partai NasDem di Kota Sorong.

Saat itu Kepala Dinas Satpol PP Kota Sorong sempat, dengan suara keras, memotong penjelasan Dominggus Mandacan, Ketua Nasdem Papua Barat, yang juga Gubernur Papua Barat, tentang kegiatan tersebut.

Pernyataan sikap DPP Pimipabso itu juga menyatakan sedikit pun tidak mengintervensi segala urusan penyelenggaraan politik pemerintahan dan birokrasi pemerintahan yang ada, baik di Pemerintah Kota Sorong maupun di Pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Perkumpulan Intelektual Malamoi Indonesia Papua Barat Sorong dan masyarakat adat Moi di Sorong, Manokwari, dan di mana pun berada, menyatakan selaku warga negara yang baik wajib menjunjung tinggi menghormati dan mendukung sepenuhnya kegiatan vaksinasi covid 19 di atas Tanah Malamoi, karena hal itu adalah suatu upaya pemerintah untuk menekan berkembangnya wabah Covid-19 yang mengancam nyawa masyarakat kota Sorong.”(dixie)