Pendidikan Afirmasi Otsus Jangan Lagi Minta Penurunan Standar

Pendidikan Afirmasi Otsus Jangan Lagi Minta Penurunan Standar
Kepala Balitbangda Papua Barat, Prof Dr Charlie D Heatubun SHut MSi FLS (kiri), dalam seminar Studi Sosial SMA Taruna Kasuari Nusantara, Manokwari, 10 November 2021. (Foto: ist/Balitbangda PB.)

Pendidikan anak-anak Papua, khususnya Papua Barat, melalui kebijakan afirmasi Otonomi Khusus (Otsus) diharap tidak lagi dengan meminta menurunkan standar.

Ini tersirat dalam sambutan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, dalam pembukaan Seminar Hasil Riset Sosial Terkait Pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantara, di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, Rabu (10/11/2021).

“Selama ini, dengan otonomi khusus lewat kebijakan afirmasi, kita lebih banyak meminta untuk menurunkan standar, dari pada berusaha untuk menciptakan sistem dan kondisi untuk bisa menyamai standar atau bahkan melampauinya,” kata Gubernur Papua Barat dalams ambutan tertulis yang dibaca Kepala Balitbangda Papua Barat, Prof Dr Charlie D Heatubun SHut MSi FLS.

Gubernur Papua Barat menegaskan pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantara, yang difokuskan untuk putra-putra terbaik Orang Asli Papua ini, merupakan terobosan untuk menggapai mimpi besar untuk menghasilkan lompatan yang besar, yaitu membentuk pemimpin-pemimpin masa depan Papua Barat, Tanah Papua, dan Indonesia yang juga dapat berkiprah secara global.

Gubernur Papua Barat lalu menegaskan UU No 2 Tahun 2021, yang dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 106 tahun 2021 dan PP Nomor 107 Tahun 2021, memberikan porsi khusus untuk belanja pendidikan dari dana Otsus.

“Saya mau tegaskan bahwa pendanaan atau uang bukan lagi menjadi alasan untuk kita tidak bekerja secara serius untuk memajukan pendidikan kita dan meningkatkan sumber daya manusia di Papua Barat,” ingat Gubernur Papua Barat.

Gubernur Papua Barat kemudian memerintahkan OPD dan para pihak terkait segera menindaklanjuti rekomendasi hasil riset sosial dan pemetaan konflik terkait pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantara, agar operasional sekolah dapat berjalan dengan baik.

Seluruh OPD terkait dan pihak sekolah SMA Taruna Kasuari Nusantara juga diperintahkan segera berkoordinasi dan mempersiapkan usulan ke pemerintah pusat, dengan menggunakan dokumen-dokumen yang telah tersedia untuk mengakses pendanaan otsus berbasis kinerja di tahun anggaran 2022.

Baca Juga :
Gubernur Papua Barat Apresiasi Keberadaan HOPE

“Agar semua pihak yang terlibat sejak awal dalam pendirian SMA Taruna Kasuari Nusantara tetap bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik, sehingga tahapan proses pengembangan berjalan sesuai harapan kita bersama,” tandas Gubernur Papua Barat.(*/dixie)