Investor Diingatkan Pekerjakan Orang Asli Papua

Investor Diingatkan Pekerjakan Orang Asli Papua
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Papua Barat, Yan Piet Moso SSos MM.

Seluruh investor di Papua Barat diingatkan untuk menyerap tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) dalam apapun bidang usaha yang dijalaninya.

“Jika total tenaga kerja yang akan diserap 500 orang, maka minimal pegawai OAP 70-100 orang. Makin banyak tentu makin baik. Kita harus buat kontrak kesepakatan berapa pekerja OAP,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Papua Barat, Yan Piet Moso SSos MM, 11 Maret 2022.

Yan Piet Moso menegaskan pemerintah tak boleh memperlambat pemberian izin usaha sesuai kewenangan instansi masing-masing, tapi tentunya perusahaan harus memenuhi semua persyaratan dan kewajiban pada lingkungan dan masyarakat.

Hal ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing daerah dan menciptakan iklim invetasi yang baik.

Yan Piet Moso yang dilantik Gubernur Papua Barat pada 05 Januari 2022 ini lalu mengatakan saat ini daya saing daerah Papua Barat ada peringkat terakhir di Indonesia, yaitu di urutan 34. “Sangat memprihatinkan,” aku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Papua Barat.

Yan Piet Moso lalu mengungkapkan di 2021 ada target investasi Rp3,4 T dengan realisasi Rp1,1 T.(dixie)

Baca Juga :
Amos Orouw: Bupati Kaimana Harus Anak Asli, Bukan Tempelan