RSUD Papua Barat Diresmikan, Kemenkes Harap Secepatnya Jadi Kelas B

RSUD Papua Barat Diresmikan, Kemenkes Harap Secepatnya Jadi Kelas B
Peresmian RSUD Papua Barat oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dan Sesditjen Yankes Kemenkes, Azhar Jaya, bersama Forkopimda Papua Barat di Manokwari, 09 Mei 2022.

RSUD Provinsi Papua Barat diresmikan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, di Manokwari, 09 Mei 2022.

Peresmian rumah sakit megah Kelas C ini turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Sesditjen Yankes Kemenkes), dr Azhar Jaya SKM MARS, mewakili Menteri Kesehatan.

Terkait itu, Menkes melalui Sesditjen Kemenkes berharap RSUD Papua Barat bisa secepatnya naik kelas menjadi RS Kelas B, dan jadi rujukan nasional untuk penyakit jantung, stroke, dan kanker.

“Kita akan coba wujudkan dalam waktu 2022-2024,” kata Sesditjen Yankes Kemenkes, yang lalu menyatakan Menkes tak bisa hadir karena harus hadir dalam rapat kabinet pasca cuti bersama dan libur Idul Fitri.

Sesditjen Yankes Kemenkes kemudian mengatakan Menkes juga ingin semua RS provinsi bisa menangani masalah kesehatan ibu dan anak, terutama menangani partus macet yang jika tak ditangani dalam 3-4 jam bisa menimbulkan kematian.

Selain itu, Menkes juga berharap agar RSUD Papua Barat bisa melaksanakan fungsinya sebagai rumah sakit dalam artian rumah sakit sebenar-benarnya, bukan puskesmas besar.

Terkait itu, Gubernur Papua Barat memerintahkan agar seluruh arahan Menkes itu dilaksanakan sesegara mungkin.

Gubernur Papua Barat kemudian berterima kasih pada Bupati Manokwari yang telah memberi izin pada rumah sakit yang awalnya difungsikan untuk menangani dan merawat pasien Covid-19 ini.

Pandemi Covid-19 juga turut mempengaruhi penganggaran untuk pelengkapan sarana dan prasaran RSUD Papua Barat, lantaran refocusing anggaran hingga 50 persen di tahun anggaran 2020 dan 2021 untuk penanganan Covid-19.

“Dengan sudah diresmikan berarti sudah terima pasien umum. Segala kekurangan segera kita lengkapi. Tentu tak semudah membalik telapak tangan, butuh perencanaan dan pembiayaan, juga dukungan masyarakat. Kita jaga dan rawat bersama,” ungkap Gubernur Papua Barat dalam peresmian yang turut dihadiri Sekda Papua Barat, Nataniel D Mandacan.

Baca Juga :
78 Siswa Bintara Polri Papua Barat Vaksinasi Dosis Kedua

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorrongan, mengatakan pembangunan rumah sakit ini dimulai pada 2009 melalui pembebasan lahan seluas 14,406 hektare.(dixie)