Penerimaan Calon Praja IPDN Papua Barat Berbuntut Pemalangan Kantor Bupati Pegaf

Pengumuman hasil Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran pada Seleksi Penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2022 berbuntut pemalangan kantor Bupati Pegaf (Pegunungan Arfak) Provinsi Papua Barat.

Video yang beredar menunjukkan aksi itu dilakukan pada 09 Juli 2022, dua hari setelah IPDN mengumumkan kelulusan tes ini.

Daftar kelulusan tes ini bisa diakses di laman ini.

Di video itu seorang bapak terdengar mempertanyakan seorang calon praja IPDN yang lulus tes tersebut.

Bapak tersebut mengklaim orang tersebut bukan berasal dari Kabupaten Pegaf tapi dari kabupaten lain di Provinsi Papua. Bapak itu juga menyatakan orang itu baru saja datang ke Pegaf.

Hasil tes menunjukkan ada 65 orang dari Papua Barat yang lulus tes ini. Dari jumlah itu 52 adalah Orang Asli Papua (OAP) dan 13 non OAP. Dari 52 OAP itu empat berasal dari Kabupaten Pegunungan Arfak.

Para calon praja yang lulus tes ini dijadwalkan akan mengikuti tahapan seleksi penentuan akhir (pantukhir) yang akan dilaksanakan pada 12-15 Juli 2022.

Sementara itu, menjawab papuakini pada 11 Juli 2022, Kepala BKPSDM Kabupaten Pegunungan Arfak, Edward Dowansiba SKom, membenarkan ada aksi penyampaian aspirasi masyarakat itu.

Seleksi penerimaan calon praja IPDN tidak dilakukan BKPSDM tapi langsung oleh IPDN.(dixie)

Baca Juga :
Pemberkasan CPNS Pegaf 19 Agustus 2020