Bupati Pegaf Ingatkan Gereja Dalam Diri, Puji Panitia Pembangunan GPKAI Lahairoy Iranmeba

Bupati Pegaf (Pegunungan Arfak), Papua Barat, Yosias Saroy SH MH, mengingatkan semua umat bahwa bukan ukuran gereja yang paling penting dalam kehidupan seorang Kristiani, tapi kualitas iman dalam gereja di hati masing-masing.

“Kita sudah kompak luar biasa untuk pembangunan gereja secara fisik. Tapi ingat gereja ada di hati kita masing-masing. Bukan besar kecilnya gereja, tapi kualitas iman dalam diri masing-masing kita,’ ujar Yosias Saroy.

Bupati Pegaf mengatakan ini dalam sambutan peresmian gedung gereja GPKAI Lahairoy di Kampung Iranmeba, Distrik Didohu, 28 Oktober 2023.

Terkait itu, Bupati Pegaf memuji panitia pembangunan gedung gereja tersebut yang dinilainya jujur. “Ini orang jujur. Ada banyak gereja kita bantu dengan anggaran besar tapi tidak selesai sampai saat ini. Mari tepuk tangan untuk ketua panitia dulu,” ungkap Yosias Saroy disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Ketua Panitia pembangunan gereja GPKAI Lahairoy, Iranmeba, Didohu adalah Yopari Saiba.

Bupati Pegaf lalu membeberkan ada oknum panitia-panitia pembangunan gedung gereja yang mendapatkan bantuan dana dari Pemprov Papua Barat dan berbagai pemerintah kabupaten di Papua Barat, tapi lalu memotong uang bantuan tersebut dengan alasan sebagai orang yang memperjuangkan terealisasinya uang bantuan tersebut.

Oknum-oknum tersebut memotong Rp200-300 juta untuk dirinya bila bantuan yang diperoleh Rp1 M, dan Rp100-200 juta bila total bantuan yang didapat Rp500 juta.

“Jangan seperti itu, Kita semua harus jujur, termasuk saya, karena pada akhirnya semua kita pertanggungjawabkan pada Tuhan,” ingat Yosias Saroy.

Seperti diberitakan sebelumnya, peresmian gereja GPKAI Lahairoy, Kampung Iranmeba, Distrik Didohu ini dihadiri, antara lain, Kepala Suku Besar Arfak, Drs Dominggus Mandacan MSi, dan Ketua Majelis Umum GPKAI, Pdt Daniel Sukan STh. Peresmian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama rumah pastori dan pagar keliling gereja.(dixie)